Bagaimana Proses Terbentuknya Aurora di Lapisan Atmosfer Bumi

Bagaimana Proses Terbentuknya Aurora di Lapisan Atmosfer Bumi

Apakah kamu tau aurora? Princess Aurora? Bukan, bukan aurora yang itu.

Aurora adalah tanda-tanda alam berwujud cahaya yang menari-nari indah di langit dalam berbagai warna. Aurora yang kerap muncul adalah hijau muda dan pink, namun kadang muncul terhitung yang berwarna merah, kuning, hijau dan biru biarpun hanya sesekali. Aurora ini berjalan di tidak benar satu lapisan atmosfer bumi Squad, yaitu di lapisan ionosfer.

gomong-ngomong soal atmosfer, siapa yang masih ingat atmosfer itu apa? Atmosfer adalah lapisan gas atau udara yang menyelubungi bumi. Tebalnya atmosfer ± 1.000 km dan nggak hanya bumi yang punya lapisan atmosfer Squad, planet-planet lain terhitung punya lapisan atmosfernya sendiri. Dengan tebal ± 1.000 km, atmosfer bumi terdiri berasal dari lapisan-lapisan yang punya karakteristik yang berbeda-beda. Sambil mengingat pelajaran IPA perihal atmosfer sementara kelas 7 dulu, kita bahas lebih lanjut aja yuk perihal karakteristik lapisan-lapisan atmosfer bumi!

Lapisan yang pertama ini adalah lapisan yang berhubungan langsung bersama dengan permukaan bumi dan merupakan daerah terjadinya tanda-tanda atau peristiwa cuaca layaknya hujan, angin dan badai. Tinggi troposfer berbeda-beda Squad. Tinggi rata-ratanya adalah 12 km, namun di khatulistiwa ketinggiannya dapat capai 16-18 km namun di daerah kutub hanya 8 km.

Pada troposfer berlaku hukum gradient thermometric. Itu apa ya Squad? Artinya, setiap ketinggiannya naik 100 m berasal dari permukaan bumi, suhunya mengalami penurunan lebih kurang 0,6oC. Lapisan paling atas berasal dari troposfer namanya tropopause. Tropopoause ini membatasi troposfer bersama dengan lapisan di atasnya yaitu stratosfer.

Lapisan yang kedua ini adalah lapisan yang melindungi makhluk hidup berasal dari cahaya ultraviolet dikarenakan stratosfer merupakan daerah lapisan O3 (ozon) yang dapat menyerap cahaya ultraviolet. Stratosfer tingginya lebih kurang 12-80 km dan suhunya capai lebih kurang 55oC akibat ada kenaikan panas yang cukup drastis terhadap lapisan ini. Lapisan paling atasnya bernama stratopause yang membatasi stratosfer bersama dengan lapisan di atasnya.

Kita wajib bersyukur bersama dengan ada mesosfer Squad, dikarenakan mesosfer berguna untuk menghancurkan meteor, menjadi kita terlindungi berasal dari ancaman benda angkasa yang dapat saja jatuh ke bumi.

Suhu di mesosfer dapat capai -83oC dikarenakan terhadap mesosfer berlaku hukum gradient thermometric juga. Mesosfer terdapat terhadap ketinggian 50-80 km dan puncaknya bernama mesopause.

Termosfer jaraknya benar-benar jauh berasal dari permukaan bumi yaitu lebih kurang 80-100 km berasal dari permukaan bumi. Lapisan ini terhitung disebut lapisan ionosfer dikarenakan terhadap ketinggian 100 km berjalan sistem ionisasi dimana ion positif dan elektron bebas bermuatan negatif terbentuk. Nah, disinilah aurora terbentuk Squad.

Proses ionisasi yang berjalan menyebabkan penambahan dan pengurangan kuantitas elektron yang menghasilkan cahaya berwarna-warni di angkasa. Cahaya aurora hanya dapat diamati berasal dari daerah di bumi yang medan magnetnya kuat yaitu di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Semakin kuat magnet bumi, jadi jelas aurora terlihat. Begitu terhitung sebaliknya. Itulah kenapa kita tidak dapat lihat aurora di Indonesia dikarenakan Indonesia terdapat di Khatulistiwa di mana medan magnetnya tidak cukup kuat.

Selain menghasilkan aurora, partikel ion yang terbentuk oleh radiasi matahari tersebut terhitung berguna sebagai pemantul gelombang suara dan cahaya berasal dari bumi dalam wujud gelombang radio.

Lapisan paling luar dan paling atas berasal dari atmosfer ini berada terhadap ketinggian 400-1.000 km berasal dari permukaan bumi. Pengaruh jenis gravitasi di eksosfer benar-benar kecil. Nah, si eksosfer ini merupakan lapisan antara bumi bersama dengan angkasa luar Squad. Jadi, eksosfer dapat disebut terhitung sebagai geostasioner atau ruang antar planet.

Hmmm, ternyata nggak satu ya lapisan atmosfer tuh. Namanya nyaris mirip lagi. Kalau lagi ujian konsisten urutannya kebalik satu aja, dapat berabe tuh. Coba saat ini kamu lihat rumus cepat di bawah ini biar kamu nggak ketuker-tuker sementara ngurutin lapisan atmosfer.

Ternyata lapisan atmosfer punya perannya masing-masing ya untuk melindungi bumi. Kebayang nggak sih jika nggak tersedia atmosfer kita akan layaknya apa? Kalau atmosfer nggak turut berotasi bersama dengan bumi, angin di atas bumi akan menjadi benar-benar kencang berkisar 1.667 km/jam dan udah tentu nggak akan tersedia kehidupan di bumi jika kecepatan anginnya sekencang itu.

Baca Juga :