Dasar-Dasar Konformitas

Dasar-Dasar Konformitas

Dasar-Dasar Konformitas

Dasar-Dasar Konformitas

  • Pengaruh Sosial Normatif (Keinginan Untuk Disukai Dan Rasa Takut Akan Penolakan)

Salah 1 alasan penting mengapa seseorang melakukan konformitas adalah seseorang belajar bahwa dengan melancarkan konformitas bisa membantu bagi mendapatkan persetujuan dan penerimaan yang diinginkan. Sumber konformitas ini dikenal sebagai pengaruh sosial normatif karena pengaruh sosial ini meliputi perubahan tingkah laku untuk mencukupi harapan orang lain.


Umpama ketika sesorang bersama dengan teman lain yang sungguh-sungguh menyadari pentingnya kesehatan, jadi orang tersebut akan memperlihatkan kepadanya bahwa ia amat suka pada buah serta ikan segar serta bukan merokok, meskipun sesungguhnya jamaah tersebut tidak begitu hobi pada makanan itu.

Di situasi ini, jika seseorang mengubah perilakunya agar serasi dengan norma kelompok, boleh jadi juga dapat mengubah keyakinannya.


  • Pengaruh Sosial Informasional (Keinginan Untuk Merasa Tepat)

Dasar dari konformitas yang 2 adalah pengaruh sosial dari informasional yakni kecenderungan seseorang untuk bergantung pada jamaah lain sebagai sumber kabar tentang berbagai aspek lingkungan sosial.

Contohnya adalah turis Amerika yang mendapatkan tahu cara membeli tiket kereta di Paris boleh jadi akan mengamati perilaku jamaah Paris dengan cermat, memperhatikan ke mana mereka membeli tiket, bagaimana mereka melewati peron dan bagaimana trik mereka mencari gerbong kereta.


Dengan mengikuti langkah-langkah untuk orang lain yang jauh tahu, turis itu dapat menguasai dasar-dasar pembelian tiket kereta api di natural. Kecenderungan untuk menyesuaikan kita bergantung pada dua arah situasi seberapa besar keyakinan seseorang pada kelompok serta seberapa yakin seseorang di penilaian diri sendiri.


Sumber: https://kemoterapi.co.id/the-ramen-sensei-2-apk/