Karyawan kesal Google lembek ke Andy Rubin

Karyawan kesal Google lembek ke Andy Rubin

Karyawan kesal Google lembek ke Andy Rubin

Rapat mingguan di kantor pusat Google di California, Amerika Serikat diwarnai pertanyaan-pertanyaan seputar kekerasan seksual di perusahaan tersebut, yang mencuat berkat artikel di The New York Times pekan lalu.

“Beberapa langkah yang diambil perusahaan menunjukkan perlindungan

untuk pelaku yang berkuasa adalah hal yang lebih berharga dibandingkan kesejahteraan korban-korbannya. Langkah nyata dan berarti apa yang akan dilakukan untuk memperbaikinya,” demikian bunyi salah satu pernyataan yang terpampang di rapat tersebut, kata Times mengutip salah seorang yang hadir di pertemuan itu, dikutip Senin.

Artikel The New York Times mengungkapkan Google membayar jutaan dolar pada seorang pendiri Android, Andy Rubin, sebesar 90 juta dolar sebagai kompensasi untuk mengundurkan diri dari perusahaan teknologi tersebut setelah kasus pelecehan seksual yang dilakukannya dinyatakan kredibel.

Akhir pekan lalu, orang-orang yang bekerja di Google menyatakan kemarahannya

di jejaring internal perusahaan dan media sosial. Salah seorang yang bekerja di Google Cloud, Jaana Dogan, mencuit “Jika Anda bernilai jutaan dolar, Anda seharusnya bisa menunjukkan jalan keluar ke pemerintah yang berkuasa dan pelaku. Kalau bukan sekarang, kapan?”.

Pekerja di Google lainnya, bernama Sanette Tanaka Sloan,

juga mencuitkan kemarahannya di Twitter, dia berpendapat Google “bisa melakukan lebih baik lagi” terhadap kasus Andy Rubin.

Orang-orang yang bekerja di Google pekan lalu mengatakan mereka tidak semangat dengan tuduhan bahwa sejumlah orang yang dituduh melakukan pelecehan seksual dibayar jutaan dolar, begitu juga dengan langkah Google menghadapi tuntutan mantan pegawai dan Departemen Ketenagakerjaan AS yang menyatakan perempuan digaji rendah.

 

Baca Juga :