Kebiasaan bersih.

Kebiasaan bersih.

Kebiasaan bersih.

Kebiasaan bersih.
Harus menjaga selali kebersihan, kerapihan dan keapikan penampilan dengan menjauhkan sifat perilaku buruk seperti :
a. Menggaruk garuk kulit, rambut, lubang hidung, telinga atau sela-sela gizi dan kuku.
b. Mencicipi makanan dengan jari atau menjilat pada sendok yang langsung dipakai untuk mengaduk makanan.
c. Meludah, batuk atau bersin. Kalaupun terpaksa dilakukan tutuplah dengan sapu tangan atau tissue.
d. Memegang rambut dengan tangan atau menggaruk karena kotoran  (ketombe) atau kutu.

4.  Pakaian kerja hanya dipakai untuk bekerja dan tidak dipakai di jalanan. Dianjurkan dibuat seragam untuk memudahkan pengawasan.

5. Perhiasan.
Perhiasan yang boleh dipakai sebatas perhiasan tidak berukir, seperti cincin kawin. Perhiasan seperti arloji dianjurkan untuk tidak dipakai dan disimpan di tempan penyimpanan. .

Untuk menghidangkan makanan yang berkualitas baik, selain cita rasa juga harus memperhatikan penampilan makanan yang menarik, bersih, aman dan tidak berbahaya untuk dikonsumsi. Kebersihan dan sanitasi merupakan standar utama yang harus ditetapkan oleh suatu institusi.

Sanitasi makanan adalah suatu usaha pencegahan menekankan pada tindakan yang perlu dilakukan dalam rangka membebaskan makanan dan minuman dari semua bahaya yang dapat mengganggu kesehatan. Tujuan dari sanitasi makanan adalah agar tersedianya makanan yang aman dan baik bagi kesehatan kosumen, mencegah terjadinya penyakit atau
gangguan kesehatan melalui makanan, serta terwujudnya perilaku kerja yang sehat dan benar. Sedangkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap sanitasi makanan antara lain hygiene pekerja, sifat-sifat bahan makanan, sanitasi ruang pengolahan makanan, sanitasi ruang penyimpanan bahan makanan, sanitasi peralatan dapur. Untuk itu perlu diperhatikann suatu tindakan/ usaha-usaha sanitasi makanan, yaitu meliputi :
• Pemeriksaan pekerja secara berkala
• Penyuluhan kebersihan dan kesehatan bagi pekerja serta bimbingan kerja yang memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan kerja
• Menggunakan tutup hidung/masker, celemek, serta penutup kepala pada saat kerja
• Prosedur kerja yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada
• Perencanaan sarana fisik ruang pengolahan makanan yang sesuai dengan syarat kesehatan
• Pengawasan yang intensif terhadap penggunaan bahan makanan tambahan (food additive)
• Menyediakan fasilitas sanitasi dan lingkungan

Sumber :

https://nomorcallcenter.id/