Kisah Cinta Bermakna

Kisah Cinta Bermakna

Kisah Cinta Bermakna

Kisah Cinta Bermakna
Kisah Cinta Bermakna

Kisah Cinta Bermakna

 Saya bercerita tentang kedua orang tuaku yang sudah puluhan tahun menjalani kehidupan rumah tangganya dalam suka duka. Berbagai macam rintangan yang mereka hadapi dengan begitu sabar dan tabah demi kelangsungan kehidupan rumah tangga mereka (sakinah, mawaddah, warahmah).

Saya sangat bangga dengan orang tua saya bisa menyekolahkan kami sampai kami di perguruan tinggi, apalagi kami tidak tergolong sedikit. Saya bersaudara delapan orang tujuh perempuan dan satu laki-laki. Orang tua kami tidak pernah mengeluh untuk anaknya, saling mendukung antara ayah dan ibu.

 

Meskipun terkadang terjadi perselisihan

tapi itu tidak pernah membuatnya mereka saling menyakiti satu sama lain. Saya terharu dengan ayah saya menjadi seorang kepala rumah tangga tidaklah mudah, ketika ibu saya kewalahan dalam mengurus anak-anaknya ayah saya turun tangan dalam pekerjaan rumah tangga. Ketika ibu saya sakit ayah saya selalu memberikan perhatian, menjaga, dan merawatnya hingga ibu saya pulih dari sakitnya.

Sebaliknya ketika ayah sakit parah, ibu saya selalu menemani nya, memberikan semangat untuk bisa sembuh dari penyakit ganas nya. Kami anak-anaknya berharap agar ayah kami bisa sembuh dan kembali lagi dengan gayanya yang sangat kocak, bercanda, dan tertawa bersama. Sampai sekarang ibu saya tetap menemani ibu saya meskipun penyakit ganas nya telah membuat ayah saya cacat seumur hidup. Ya Allah limpahkanlah kasih sayang kepada kedua orang tuaku.

 

Ibu saya selalu berpesan untuk selalu berbuat baik pada suami

menemani suami, tidak meninggalkan suami pada saat susah, senang, dan saling mendukung satu sama lain. Jangan saling mencela satu sama lain. Terimalah dengan kekurangan yang ada. Karena itu adalah nikmat bagi orang yang berpikir. Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah swt kekurangan terdapat pada manusia. Saya jadi teringat pada surah Ar-rahman yang artinya selalu berulang-ulang disebutkan pada ayat tersebut. “nikmat Tuhan mu mana lagi kah yang engkau dustakan?”

Selain itu saya sangat bersyukur mempunyai orang tua seperti ayah ibu saya yang senantiasa selalu mendekatkan diri kepada Allah swt. Meskipun susah senang shalat lima waktu tak pernah mereka tinggalkan, puasa, berdzikir, sampai membaca tarekat di waktu pagi dan petang.

Sungguh ini membuat saya terinspirasi dan saya sangat berharap saya bisa lebih dari mereka berdua. Ayah, ibu doakan anakmu agar anakda bisa menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh kesabaran sampai anakda mempertanggung jawabkannya di depan sang Khalik.

Baca Juga :