Kursus Bahasa Inggris Disini Hanya Bayar Rp 2 Ribu

Kursus Bahasa Inggris Disini Hanya Bayar Rp 2 Ribu

Kursus Bahasa Inggris Disini Hanya Bayar Rp 2 Ribu

Kursus Bahasa Inggris Disini Hanya Bayar Rp 2 Ribu
Kursus Bahasa Inggris Disini Hanya Bayar Rp 2 Ribu

Di Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri

terdapat sebuah kampung yang diberi nama ‘Kampung Inggris’.

Sama halnya dengan Kampung Inggris Pare yang telah mendunia dengan tempat kursus bahasa Inggrisnya, di desa ini juga ada kegiatan kursus Bahasa Inggris.

Disini berdiri tempat kursus yang bertajuk ‘English Fun’. English Fun

merupakan tempat kursus bahasa inggris yang di gagas oleh sekumpulan pemuda dan warga Desa setempat. Mereka awalnya prihatin dengan pergaulan anak-anak desa yang mulai mengarah ke hal negatif ketika tidak bersekolah atau liburan sekolah.
Kurus Bahasa Inggris berbasis alam dan berbiaya Rp 2 ribu di Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Sekelompok pemuda ini kemudian mendirikan sekolah alam khusus Bahasa Inggris. Para siswa-siswi bisa belajar sambil mengenal alam pedesaan. Dan yang tak kalah uniknya, kegiatan tersebut sangat murah, karena pesertanya hanya dipungut biaya Rp 2 ribu setiap pertemuan.
Baca Juga:

Wabup Kediri Ajak Warga Kritis Terhadap Upaya Memecah NKRI
DKPP Kabupaten Kediri Bersama PDHI Beri Vaksin Gratis Hewan Penular Rabies
Forkopimda Kabupaten Kediri Ikrar Deklarasi Pemilu Damai 2019
Gara-gara Bersiul, Penonton Seni Jaranan Babak Belur Digebuki

Dian Nasihatul Rosidah, Kordinator English Fun mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan pengajar di lembaga pendidikan di Kampung Bahasa Inggris Pare, sejak dua bulan lalu. Mereka turut membantu dalam mendidikan peserta kursus mulai dari anak-anak sekolah taman kanak-kanak (TK) hingga pelajar SDM.
Kurus Bahasa Inggris berbasis alam dan berbiaya Rp 2 ribu di Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

“Mereka dibimbing oleh 25 tenaga pengajar dan pendamping dari pemuda desa setempat

dan lembaga pendidikan dari Kampung Inggris. Ditempat ini, peserta belajar di teras-teras rumah warga, kebun, hingga di persawahan,” kata Dian, Kamis (31/1/2019).

Metode belajar di tempat ini sengaja dilakukan di rumah-rumah warga dan lingkungan, sekaligus untuk mengenalkan pada anak-anak sejak dini terhadap lingkungan desa tempat anak-anak tinggal serta agar anak-anak lebih mencintai desanya.

 

Sumber :

https://www.ram.co.id/