LSS Beri Tantangan Tersendiri Bagi Sekolah Perwakilan Daerah

LSS Beri Tantangan Tersendiri Bagi Sekolah Perwakilan Daerah

LSS Beri Tantangan Tersendiri Bagi Sekolah Perwakilan Daerah

LSS Beri Tantangan Tersendiri Bagi Sekolah Perwakilan Daerah
LSS Beri Tantangan Tersendiri Bagi Sekolah Perwakilan Daerah

Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Nasional 2019 yang tidak lama lagi akan digelar

, memberikan tantangan tersendiri bagi setiap sekolah yang terpilih sebagai delegasi terbaik dari masing-masing daerah. Sekolah tersebut harus membuat program dan kinerja guna mewujudkan sekolah sehat sesuai kriteria yang telah ditentukan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional, Achyar. Menurutnya, penilaian berdasarkan acuan strata paripurna. Artinya, suasananya hampir sempurna dalam beberapa hal berkaitan dengan kondisi lingkungan belajar yang normal, baik secara jasmani maupun rohani. Hal itu terlihat dari sekolah yang bersih, indah, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan dalam kerangka mencapai kesejah­teraan lahir dan batin setiap warga sekolah.

“Ruang kelas, kepala sekolah, guru, ruang perpustakaan, toilet, kantin, dan jumlah siswa

dengan rasio jumlah toilet sekolah harus sesuai. Semua aspek tersebut turut dinilai,” ujar Achyar, usai melakukan kunjungan ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar), di Jalan Dr. Radjiman No, 6, Kota Bandung, baru-baru ini.

Kriteria penilaian lebih rinci, lanjutnya, yakni lingkungan sekolah harus bersih, indah, tertib, rindang, dan memiliki penghijauan yang memadai. Kemudian, tempat pembuangan dan pengelolaan sampah serta air bersih terkontrol. Selain itu, kantin dan petugas kantin harus bersih dan rapi serta menyediakan menu gizi seimbang. Juga ruang kelas yang memenuhi syarat kese­hatan (ventilasi/AC dan pencahayaan cukup), ruang serta peralatan UKS yang ideal.

”Ditambah sarana dan prasarana pembelajaran yang meme­nuhi standar kesehatan,

kenyamanan dan keamanan, taman/kebun sekolah yang bisa dimanfaatkan serta kurikulum pembelajaran yang baik bagi tumbuh kembang siswa. Selain itu, menerapkan kehidupan sekolah yang menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan, pola hidup bersih, higienis, dan sehat,” paparnya.

Sekolah sehat, tambah Achyar, pada prinsipnya fokus pada usaha bagaimana membuat sekolah tersebut sehat secara lingkungan dan memperhatikan kesehatan peserta didik. Hal ini membuat sekolah sehat memung­kinkan bagi setiap warga dapat melakukan aktivitas yang bermanfaat, memiliki nilai daya guna, dan berhasil.

”Peran UKS juga sangat penting. Siswa yang sakit pertama kali dirujuk ke UKS untuk penanganan pertama. Oleh karena itu, UKS menjadi ujung tombak sejauh mana sekolah memerhatikan kesehatan peserta didik,” tuturnya.

 

Baca Juga :