Macam Metode Penyelidikan Serta Definisi Lengkap

Macam Metode Penyelidikan Serta Definisi Lengkap

Macam Metode Penyelidikan Serta Definisi Lengkap

 

Macam Metode Penyelidikan Serta Definisi Lengkap

1. Metode Deduksi

Yaitu suatu metode berdasarkan proses penyelidikian atas asas-asas yang bersifat umum yang dipergunakan untuk menerangkan peristiwa-peristiwa khusus (tertentu) atau penjelasan-penjelasan teoritis yang bersifat umum terhadap fakta-fakta yang bersifat konkret.

2. Metode Induksi

Yaitu suatu metode yang merupakan kesimpulan-kesimpulan umum yang diperoleh berdasarkan proses pemikiran setelah mempelajari peristiwa-peristiwa khusus atau peristiwa-peristiwa yang konkret.

3. Metode Dialektis (dialectische methode)

Yaitu suatu metode “tanya jawab” atau “dialog”, proses penyelidikan dilakukan dengan cara tanya jawab untuk mencoba mencari pengertian-pengertian tertentu.
Metode Dialektis ini terkenal setelah digunakan oleh Georg Willhelm Friedrich Hegel (1770- 1830) seorang guru besar dalam ilmu filsafat di Universitas Berlin dengan buku-bukunya Grundlinien der Philosophie des Rechts, Wissenschaft der Logik, Phenomenologie des Geites, Encyclopaedie der philosophischen Wissenschaften. Dengan cara bekerja yang dialektis itu timbulah tiga macam unsur, yaitu:

1. These = tesis
Yaitu merupakan suatu dalil atau stelling
2. Antithese = antitesis
Yaitu merupakan suatu serangan terhadap dalil tadi dari pihak yang berlainan pendapatnya, dan
3. Synthese = sintesis
Yaitu merupakan jalan tengah, sebab dengan adanya perlawanan antara these dan antithese karena itu perlulah dicari penyelesaian untuk mempertemukan pendapat-pendapat yang berlainan itu melalui jalan tengah sehingga tercapailah keharmonisan atau suatu perpaduan antara these dan antithese.

4. Metode Filosofis

Yaitu suatu metode yang dalam proses penyelidikannya meninjau serta membahas objek penyelidikannya secara abstrak-idiil. Ide abstrak itu, sifatnya khayal dan lepas atau melampaui kenyataan (transcendental). Kemudian disusunlah suatu deduksi tentang gejala-gejala yang diselidiki dan dihubungkannya dengan objek.

5. Metode Perbandingan (methode van vergelijking)

Yaitu suatu metode dengan mengadakan perbandingan di antara kedua objek penyelidikan atau lebih, untuk menambah dan memperdalam pengetahuan tentang objek-objek yang diselidiki. Jadi di dalam perbandingan ini terdapat bahwa objek yang hendak diperbandingkan itu sudah diketahui sebelumnya, akan tetapi pengetahuan ini belum tegas serta jelas. Oleh karena perbandingan itu harus diadakan terhadap dua objek penyelidikan atau lebih yang memuat baik persamaan-persamaan maupun perbedaan-perbedaan yang ada, maka persamaan itulah yang memperlihatkan hakikat sebenarnya, dari objek-objek yang dibandingkan itu.
Biasanya metode perbandingan itu didasarkan kepada metode-metode deskripsi (perlukisan), analisis (penguraian), teori (perumusan dan konkretisasi ide-ide yang abstrak), dan evaluasi (penilaian). Maka karenanya bersifat induktip-deduktip.

6. Metode Sejarah (methode van historische beschouwing)

Yaitu suatu metode yang didasarkan terhadap analisis dari kenyataan-kenyataan sejarah, yaitu ditinjau pertumbuhan dan perkembangannya, sebab akibatnya sebagaimana terwujud dalam sejarah dan dari penyelidikan disusun asas-asas umum yang dapat dipergunakan. Selanjutnya metode ini selalu digandengkan dengan metode deskriptif, analisis, dan perbandingan.

7. Metode Sistematik (methode van systematisering)

Yaitu suatu metode yang berdasarkan secara menghimpun bahan-bahan yang sudah tersedia, terhadap bahan-bahan itu dilakukan pelukisan, penguraian, dan penilaian kemudian dilakukan klasifikasi atau rubricering ke dalam golongan-golongan di dalam suatu sistematik. Sistematik berarti suatu samen hangende eenheid yaitu suatu kesatuan, masing-masing bagian tidak simpang siur akan tetapi selalu berhubungan satu dengan yang lainnya, pun di dalamnya tidak ada pertentangan dan dicakup dalam satu rangka.

8. Metode Hukum (Juridische atau Legalistische Methode)

Yaitu suatu metode yang di dalam proses penyelidikannya meninjau serta membahas suatu objek penyelidikan dengan menitikberatkan kepada segi-segi yuridis, sehingga faktor-faktor yang bersifat nonyuridis dikesampingkan.

9. Metode Sinkretis (Syscretisme atau Syncretismus)

Yaitu metode yang di dalam proses penyelidikannya meninjau serta membahas objek penyelidikannya dengan cara menggabungkan faktor-faktor baik yang bersifat yuridis maupun nonyuridis.

10. Metode Fungsional. (Funktionele Methode)

Yaitu suatu metode yang dalam proses penyelidikannya meninjau serta membahas objek penyelidikannya dengan menggandengkan dengan baik gejala-gejala dalam dunia ini masing-masing tidak terlepas satu sama lainnya, melainkan terdapat hubungan yang timbal balik atau interdependent.

 

Sumber : https://pengajar.co.id/