Manfaat dan Terima Kasih

Manfaat dan Terima Kasih

Manfaat dan Terima Kasih

Manfaat dan Terima Kasih

 

Assalamualaikum para agan dan aganwati yang makin hari makin kece aja.

Pada postingan kali ini merupakan sebuah postingan dari anak ababil yang berusaha menjadikan menulis sebagai hobby barunya. konon katanya. ABG labil yang bernama Anita Febrianti Halman ini terinspirasi dari kakaknya yang paling manis sedunia, sebut saja itu saya, Sri Utami Halman hahahaha *tassimbung

karna sang Ababil juga namanya ingin eksis di dunia per-internetan seperti kakaknya, maka tak ada salaahnya jika cerpen yang telah dibuatnya nebeng di blog admin ini hehe. okw karna saya sudah capek mengetik setelah mengeluarkan cukup tenaga mencari jurnal untuk tugas akhir PIO, maka akan saya persembahkan cerpen dari seorang Ababil tak berdosa ini.

 

Masa-masa SMP sudah selesai

Ada perasaan bahagia, dimana  aku akan memasuki suasana yang baru yaitu suana putih abu-abu (SMA). Tetapi ada juga perasaan yang sedih karena aku akan berpisah dengan sahabat-sahabatku. Aku akan bersekolah di Jakarta, meninggalkan sahabatku dan juga kota dimana aku dibesarkan yaitu kota Bandung. Oia aku lupa memperkenalkan diriku, Namaku Andita Pratiwi biasa dipanggil Dita. Aku hanya mempunyai seorang saudara, dia bernama Dika(Kakak ku). Karena urusan pekerjaan Ayah, Kami sekeluarga pindah ke Jakarta. Aku berharap di Jakarta nanti aku bisa mempunyai sahabat yang seperti di Bandung. Akhirnya Aku resmi menjadi siswa SMA, Aku memilih bersekolah disalah-satu sekolah yang ternama di Jakarta. Hari ini adalah hari pembagian kelas. Aku berjalan tergesa-gesa menuju ruang kelas. Setibanya diruang kelas, aku langsung mengambil kursi yang posisinya nomor 2 dari depan. Aku memerhatikan suasana disekelilingku, ku lihat semua orang sedang sibuk mencari pasangan yang akan dijadikannya teman sebangku. Saat aku sedang memerhatikan suasana disekelilingku, tiba-tiba ada seorang prempuan berdiri dihadapanku. Prempuan itu memintaku untuk menerimanya menjadi teman sebangku. Tanpa berpikir panjang Aku langsung menerimanya untuk duduk sebangku denganku. Dia pun mengulurkan tangannya sambil memperkenalkan dirinya. Namaku Ila kalau kamu??Aku pun mengulurkan tangan dan memperkenalkan diriku.

 

Tidak terasa sudah 1 minggu aku bersekolah di sekolah itu.

Aku mulai terbiasa dengan suasananya dan juga mulai akrab dengan para siswanya. Bel tanda masuk sudah berbunyi aku pun berlari tergesa-gesa menuju kelas. tiba-tiba BRUUUKKK aku terjatuh ke lantai karena bertabrakan dengan seseorang. Aku langsung berkata “maaf tidak sengaja” dan berlari menuju kelas tanpa memerhatikan orang itu. Untunglah Pak Ismail belum mengajar, aku merasa lega. 15 menit kemudian barulah Pak Ismail datang semua mata tertuju kearahnya(begitu pula denganku). Kami bukan memerhatikan pak Ismai tetapi laki-laki yang berada di belakang Pak Ismail, aku mendengar suara-suara yang berbisik sambil memuji lelakiitu. Pak ismail mempersilahkan laki-laki itu untuk memperkenalkan dirinya. Perkenalkan nama saya Dimasriyadi Anggara, Saya Lulusan Smp Negeri 2 Bandung. Semua orang yang ada di ruangan itu heran,kami semua mengira Dimas itu adalah anak pindahan. Kemudian Pak Ismail menjelaskan bahwa Dimas itu lulus tes di sekolah ini sama seperti kami semua tetapi dia tidak bersekolah selama beberapa hari karena dia sakit. Pak Ismail menyuruh Dimas untuk duduk bersama anto yang pas berada di belakangku. Pelajaranpun dimulai, ku lihat hampir seluruh prempuan di kelasku memerkatikan Dimas, mereka semua memuji dan mengagung-agungkan sosok Dimas, tetapi Aku langsung memfokuskan diri pada Pak Ismail yang sedang menjelaskan di papan tulis.

 

Jam istirahat berbunyi, Aku dan Ila lebih memilih berada di luar kelas.

Kamipun menghampiri Anto yang sudah kami anggap seperti kakak untuk meminta buku yang aku pinjamkan padanya. Saat menghampiri Anto ternyata dia sedang bersama Dimas. Halo kucing-kucingku kemari ujar Anto. Terpaksa mau tidak mau kami ke Anto. Anto langsung mengelus-elus kepala kami yang sudah menjadi kebiasaannya bila bertemu dengan kami. Anto memperkenalkan kami pada Dimas. Dim kenalin mereka berdua kucing-kucingku. yang berambut hitam itu bernama Dita, walaupun dia kucing tapi dia mempunyai otak yang encer. dan yang berambut pirang itu bernama Ila dia kucingku yang paling jago berantem. Halo Dimas kami berdua kucingnya Anto. Hati-hati yah kalau kamu lagi sama Anto jangan sampai tanganmu digigit sama dia, nanti tanganmu bisa infeksi loh maklum dia itukan anjing kami..Dimas tersenyum sambil memperlihatkan giginya yang tersusun rapi.

Bukankah kamu orang yang bertabrakan denganku tadi pagi?? Dia mengajukan pertanyaan itu sambil menatap ke arahku. Aku mengingat-ingat kejadian tadi pagi dan memang betul aku yang menabraknya. Aku pun menjadi salah tingkah. Maaf yah aku tadi buru-buru jadi tidak sempat meminta maaf secara sopan padamu. Tidak apa-apa kok, itulah kata-kata yang keluar dari mulutnya. Aku langsung menatap wajahnya dengan perasaan yang lega. Cieeeee yang sama-sama anak Bandung ternyata jodoh..kalimat yang berasal dari mulut Ila dan Anto yang seolah-olah ingin menjodohkan kami berdua. Akupun langsung mengalihkan pembicaraan.

Baca Juga :