MANFAAT TEORI DIFFERENTIAL ASOCIATION

 MANFAAT TEORI DIFFERENTIAL ASOCIATION

Sebagai suatu azas yang teratur, konflik norma dapat mengungkapkan sebagian besar variasi dalam angka rata-rata kejahatan yang diketemukan oleh para peneliti serta pengamat juga memasukkan perhatianya pada persoalan-persoalan yang pelik. Prinsip konflik norma ini tidak dapat memberikan makna atau arti pada semua variasi dalam statistic, akan tetapi nampaknya hanya pada beberapa variasi statistic tersebut jika dibandingkan dengan teori-teori yang ada.

Di lain pihak, nampaknya dapat disimpulkan secara tepat bahwa “Differential Association” bukanlah merupakan suatu pernyataan yang tepat tentang bagaimana seseorang menjadi penjahat. Suatu pandangan bahwa kejahatan itu terjadi oleh karena akibat atau suatu ekses dari pergaulan yang berbeda-beda degan pola-pola tingkah laku criminal adalah berharga oleh karena, sebagai contoh: Ia menolak pandangan atau pendapat bahwa penyimpangan-penyimpangan terhadap norma-norma semata-mata karena akibat dari tidak terlindunginya perasaan emosional atau karena hidup dalam keluraga yang tidak harmonis dan kemudian menyebutnya secara umum mengapa hanya beberapa orang yang terganggu perasaanya atau hanya beberapa yang hidup dalam keluarga yang tidak harmonis melakukan kejahatan. Prinsip Differential Association inipun mengarahkan perhatian pada suatu pandangan atau pendapat bahwa penjelasan yang efisien tentang tingkah laku individual konsisiten dengan penjelasan tentang epidemiologie.

Pada saat ini, pernyataan proses Differential Association tidak cukup jelas bagi suatu test-test empiris dan oleh karena itu tidak dapat dibuktian benar atau tidak benar. Kelemahan-kelemahan ini juga bertentangan dengan teori psikologis-sosial. Walaupun ada kritik bahwa Differential Association terlalu menyederhanakan proses dimana konflik norma melanda seseorang dan kemudian menghasilkan kejahatan, suatu konsep yang dapat menggantikan azas konflik norma tidak ada sampai saat ini.

Sumber :

https://finbarroreilly.com/