Memaksimalkan Manajemen Proyek untuk Mencapai Goals

Memaksimalkan Manajemen Proyek untuk Mencapai Goals

Dalam tiap tiap proyek perusahaan, diperlukan seorang manajer proyek yang bertugas menyebabkan rancangan proyek dan juga menanggung proses pengerjaan terjadi lancar dari awal hingga akhir. Tidak senantiasa mudah, pengerjaan proyek seringkali terhambat dikarenakan beraneka aspek seperti perencanaan yang berbelit-belit, hingga stakeholder/pihak pemangku keperluan yang punya banyak keinginan.

Melalui Kelas Umum Project Management Simplified, Denis Sazal, seorang Manager PwC Consulting dan Founder The Career Mastery akan mengatakan bagaimana menyebabkan rancangan proyek secara simpel manfaatkan Manajemen Proyek. Bagaimana caranya? Berikut penjelasan selengkapnya.

Apa itu Manajemen Proyek?

Manajemen Proyek (MP) merupakan telaten ilmu yang akan mengajarkan Anda untuk sanggup mengorganisir, merencanakan, dan mengerjakan proyek secara sederhana. Melalui MP Anda akan diajarkan untuk menyebabkan beraneka tools yang sanggup menghemat waktu dan cost di dalam mengerjakan tugas di perusahaan. Untuk sanggup menerapkan Manajemen Proyek, ada dua proses yang harus Anda kuasai, yaitu:

1. Proces Group Initiation (IGP)

Dalam mengerjakkan IGP, terkandung dua proses perlu yang harus Anda lakukan, yaitu menyebabkan Project Charter (PC) dan mengidentifikasi stakeholder. Pada proses pertama, Anda akan diminta untuk menyebabkan dokumen yang berisikan data proyek dan gambaran dasar perencanaan proyek seperti objektif, obyek proyek, ide kasar, waktu yang diperlukan untuk mengerjakan proyek, dan juga stakeholder dan milestone inti. Dari dokumen tersebut, Anda sanggup melihat urgensi proyek dan juga bagaimana dampaknya untuk perusahaan. Jika Anda mengerjakan lebih dari satu proyek di dalam waktu bersamaan, Project Charter akan benar-benar mendukung untuk menentukan proyek mana yang paling untungkan dan harus dilaksanakan lebih dahulu.

Karena itulah Project Charter akan benar-benar menghemat waktu, tenaga, dan duit perusahaan, dikarenakan hasil dari PC sanggup Anda berikan terhadap pihak atasan/sponsor untuk beroleh persetujuan. Jika proyek dirasa mendesak, maka sanggup segera dijalankan. Namun, kecuali stakeholder melihat proyek tidak benar-benar penting, maka sanggup diberhentikan waktu itu terhitung sehingga Anda tidak harus melenyapkan tenaga untuk lanjut ke langkah perencanaan. Di sisi lain, Sazal mengingatkan, indikator di dalam tiap tiap dokumen PC sanggup tidak sama tergantung dari skala proyek, kebutuhan, dan juga style industri daerah Anda bekerja.

Selanjutnya terhadap proses identifikasi stakeholder, Anda akan menyebabkan daftar dari stakeholder atau pihak yang dikehendaki sanggup bekerja serupa di dalam proyek. Untuk mempermudah, Anda sanggup menyebabkan dokumen terhadap Excel yang berisikan nama stakeholder, jabatan, dan juga Info kontak. Perlu diingat, stakeholder tidak cuma mencakup pihak perusahaan/sponsor, tetapi terhitung pihak eksternal. Sebagai contoh, kecuali proyek yang Anda kerjakan perihal bersama lingkungan dan mengundang polusi suara, maka warga di lebih kurang proyek terhitung terhitung di dalam stakeholder.

Mengidentifikasi stakeholder bersama menyadari menjadi proses yang tidak boleh Anda lewatkan, dikarenakan perihal ini akan mendukung Anda menyadari pihak mana saja yang perihal bersama proyek. Proses ini terhitung menahan benar-benar banyak pihak ikut campur di dalam proyek yang sedang dijalankan.

2. Project Planning (PP)

Setelah proses inisiasi group selesai, Anda sanggup lanjut ke langkah perencanaan. Sazal menjelaskan, proses perencanaan merupakan lanjutan dari proses inisiasi di mana dokumen-dokumen yang telah Anda buat di dalam proses inisiasi akan dijabarkan lebih rinci melalui dokumen keperluan proyek. Dalam dokumen tersebut, ada lebih dari satu elemen yang diikutsertakan, yaitu definisi area lingkup proyek, WBS (Work Breakdown Structure), biaya, jadwal, dan kualitas.

Pada langkah mendefinisikan area lingkup proyek, Anda harus menyebabkan lembar pengakuan cakupan proyek yang berisikan latar belakang proyek, goals dari proyek, KPI proyek, dan syarat-syarat goals proyek. Untuk sanggup menyebabkan dokumen ini, Anda memerlukan project charter yang telah dibuat sebelumnya, sebagai acuan dan batasan di dalam mengatakan lembar pengakuan cakupan proyek sehingga senantiasa cocok rancangan awal.

Kemudian terhadap langkah WBS atau Work Breakdown Structure, Anda ditugaskan untuk membedah tiap tiap proses pengerjaan proyek di dalam cakupan yang lebih kecil dan dijelaskan secara detail. Jika proyek Anda adalah membangun sebuah gedung tempat tinggal sakit, maka terhadap langkah WBS Anda sanggup membagi langkah pengerjaan gedung menjadi langkah pembangunan fondasi, pemasangan rangka gedung, memasang bata dan semen, hingga bersama pemasangan kaca jendela. Jelaskan tiap tiap proses selanjutnya hingga Anda sanggup memberikan estimasi waktu pengerjaan dan cost yang diperlukan untuk tiap tiap tahap.

Setelah menyelesaikan proses WBS, Anda sanggup lanjut ke pembuatan Gantt Chart. Pada langkah ini Anda akan menjabarkan tiap tiap langkah di dalam WBS ke di dalam tabel timeline untuk menentukan kisaran waktu pengerjaan tiap tiap tahap. Dengan demikian, Anda akan punya acuan berkenaan deadline tiap tiap tahapan proyek sehingga sanggup terkontrol bersama baik.

Terakhir terhadap proses budget management, Sazal mengajarkan berkenaan bagaimana menyebabkan rancangan anggaran proyek terasa dari cost langsung, tidak langsung, dan cost tidak terduga. Untuk membuatnya, Anda sanggup menuliskan tiap langkah yang ada terhadap WBS dan menuliskan jumlah anggaran tiap langkah di kolom sebelahnya. Dengan begitu, Anda sanggup menyadari secara lebih rinci berapa cost yang diperlukan untuk mengerjakan tiap tiap tahapan proyek.

Selengkapnya : https://www.ruangguru.co.id/