Mengenal Jenis-Jenis Prangko

Mengenal Jenis-Jenis Prangko

Mengenal Jenis-Jenis Prangko

Mengenal Jenis-Jenis Prangko
Mengenal Jenis-Jenis Prangko

Setiap negara merancang dan mencetak berbagai prangko yang berbeda. Ada lebih dari 600 administrasi pos di seluruh dunia menerbitkan sekitar 10.000 prangko baru setiap tahunnya. Pada dasarnya, seluruh prangko yang ada dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Prangko Peringatan

Prangko ini dibuat untuk memperingati suatu peristiwa atau kejadian maupun orang-orang terkenal baik nasional maupun internasional. Prangko ini dibatasi jumlah cetakan, masa jual, dan masa berlakunya.

Prangko Definitif

Prangko ini diperuntukkan bagi penggunaan rutin dalam suatu urutan nilai untuk memenuhi berbagai kebutuhan pos. Prangko ini dapat dicetak ulang sesuai kebutuhan dan tidak dibatasi masa berlaku dan masa jual.

Prangko Amal

Prangko ini diterbitkan dengan tambahan harga jual dengan tujuan menghimpun dana untuk kemanusiaan. Prangko ini dibatasi jumlah cetakan, masa jual, dan masa berlakunya.

Prangko Istimewa

Prangko ini dibuat untuk mempromosikan sesuatu atau mengajak masyarakat melakukan sesuatu. Prangko ini dibatasi jumlah cetakan, masa jual, dan masa berlakunya.

Filateli Selayang Pandang 

Filateli atau kegiatan mengoleksi prangko merupakan “hobi terbesar di dunia”! Hobi ini dimulai di Inggris dan akhirnya digemari di seluruh dunia. Orang yang menggemari filateli atau senang mengumpulkan dan meneliti prangko disebut filatelis.

Filateli berasal dari bahasa Yunani, yaitu philo (tertarik) dan ateleia (dibebaskan dari kewajiban dan pajak). Jadi, kata filateli berarti, “dengan kecintaan atas barang-barang bebas pajak”. Istilah ini kemudian digunakan dalam Bahasa Prancis, yaitu “philatélie” dan untuk pertama kalinya dipergunakan oleh seorang Prancis bernama Georges Herpin,pada tahun 1864. Istilah ini berarti menyenangi prangko yang merupakan benda pos yang sudah dibayar oleh pengirim, sehingga si penerima tidak berkewajiban membayar biaya pos tersebut.

Pada tanggal 29 Maret 1922, klub filateli didirikan di Jakarta dengan nama Postzegelverzamelaars Club Batavia. Setelah berubah nama dan bentuk beberapa kali, perkumpulan ini sekarang dikenal sebagai Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI), yang merupakan organisasi hobi bersifat nasional. Kegiatan filateli mendapat dukungan dari PT Pos Indonesia.

Di negara-negara Eropa,, orang mengumpulkan prangko untuk belajar bahasa. Seperti yang dikemukakan oleh Anthony S. Mollica“There are those rare teachers capable of compiling grammar outline for a language using the illustration solely the inscription on postage stamps from that country” (Teaching francophonie with postage, Richard E. Wood)

Selain itu, prangko dapat dipergunakan sebagai media propaganda yang sangat ideal, karena pesan yang terkandung di dalamnya sangat bermanfaat. Charlos Stoetzer mengatakan, “The stamp itself is an ideal propaganda. It goes from hand to hand and town to town. It reaches the farthest corners and the provinces of countries of the world. It is symbol of the nation from which the stamp mailed, a vivid expression of that country’s culture and civilization, and of ideas of ideals. By the use of symbol, slogans, pictures, even loaded words, it conveys its far and wide” (Charlos Stoetzer, Library of Conggress Catalog Card No. 53-5788). 

Dan selanjutnya, Carl I. Hovlandmengatakan, “Komunikasi adalah proses dimana seseorang memindahkan perangsang yang biasanya berupa kata-kata, untuk mengubah tingkah laku orang lain”. Jadi, pengertian komunikasi di sini adalah suatu proses dimana seseorang atau kegiatan menyampaikan perangsang berupa pikiran, perasaan, harapan, dan pengalaman, yang mengandung makna kepada orang lain, dan biasanya menggunakan lambing-lambang dalam bentuk bahasa. 

Lambang yang paling banyak dipergunakan adalah bahasa, karena hanya bahasalah yang dapat mengungkapkan pikiran dan perasaan, fakta dan opini, yang konkrit dan abstrak, pengalaman yang sudah lalu, dan kegiatan yang akan datang, dan sebagainya. Karena itu, dalam komunikasi, bahasa memegang peranan yang sangat penting. Tanpa penguasaan bahasa, hasil yang bagaimanapun baiknya tidak dapat dikomunikasikan kepada orang lain secara tepat.

 

(Sumber: https://balad.org/)