Orientasi pelestarian nilai-nilai

 Orientasi pelestarian nilai-nilai

            Dalam pandangan islam,nilai terbagi atas dua macam, yaitu nilai yang turun dari allah SWT. Yang di sebut dengan nilailahiah, dan nilai yang tumbuh dan berkembang dari peradaban manusia sendiri yang di sebut dengan nilai insaniyah. Kedua nilai tersebut  selanjutnya membentuk norma-norma atau kaidah kehidupan yang di anut dan melembaga pada masyarakat yang mendukungnya.

            Di sisi lain,nilai-nilai pada suatu masyarakat mengalami perubahan dalam pergeseran dengan nilai-nilai lain. Perubahan dan pergeseran nilai masyarakat, menurut Amin Rais M, dapat di klasifikasikan menjadi tiga bagian,yaitu pertama, konserfatif, mengarah pada pelestarian nilai-nilai lama yang sudah mapan, sungguhpun nilai itu irasional; kedua, radikal-revolusioner,mengarah pada pencabutan semua nilai-nilai ke akar-akarnya, karena pelestarian nilai lama itu mengakibatkan stagnasi sosial,iptek, dan lainya sehingga klsifikasi ini cenderung pada ”change for the sake change” yakni mengubah asal mengubah;ketiga, reformis, mengarah pada perpaduan antara konserfatif dan radikal-revolusioner, yakni perubahan dan pergeseran nilai dengan berlahan-lahan sesuai tuntutan Rasullah SAW.

  1.  Orientasi Pada Kebutuhan Sosial (Social Demand)

Orientasi kurikulum adalah bagaimana memberikan kontribusi positif dalam perkembangan sosial dan kebutuhanya,sehinnga output dilembaga pendidikan mampu menjawab dan mengeja wantahan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat.

Ciri kurikulum modern adalah adanya upaya mengatasi masalah kebutuhan hidup masyarakat (community oriented curriculum) .

Untuk mewujudkan orientasi kebutuhan sosial (social demand), Abu A’la Al-Maududi merumuskan enam pola prinsip umum pengaturan kehidupan sosial,yang mungkin dapat diterapkan dan dijadikan pedoman dalam rumusan kurikulum pendidikan islam yaitu, (1) saling menolong dalam perbuatan kebajikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan (QS.Al Maidah:2); (2) manusia adalah sebaik-baik umat yang mengajak kepada kebajikan dan melarang perbuatan kemungkaran (QS.Ali-Imron:110) ;(3) jauhilah dirimu dari perbuatan buruk sangka, karena buruk sangka itu sedusta-dusta pembicaraan dan janganlah menyebarkan keburukan orang lain, serta jauhilah selalu mengintai seseorang, dan jangan saling mendengki dan membenci, tetapi hendaklah menjadi hamba Allah yang bersaudara (QS. Al Hujurat:10-12); (4) janganlah membantu orang jahat kalu sudah di ketahui  bahwa ia akan berbuat jahat (Al Hadits);(5) mendukung masyarakat yang salah sama halnya dengan orang yang jatuh ke sumur sambil memegang ekornya unta yang hampir jatuh ke sumur pula (Al-Hadits); dan (6) sayangilah orang lain sebagaimana engkau menyanyangi dirimu sendiri (Al-Hadits). Dari keenam prinsip itu, terbentuk suatu hubungan masyarakat yang harmonis dalam segala aspeknya, baik dalam masalah tenaga kerja, perkembangan iptek, pelestarian tradisi masyarakat,masalah ekonomi dan politik.