PENGENDALIAN KEUANGAN

PENGENDALIAN KEUANGAN

Pengendalian keuangan merupakan upaya yang dilakukan agar investasi, alokasi biaya, dan perolehan laba berjalan sesuai dengan rencana perusahaan. Pengendalian keuangan adalah tahap dimana rencana keuangan diimplementasikan, yaitu menyangkut umpan balik dan proses penyesuaian yang diperlukan untuk menjamin bahwa rencana terlaksana atau untuk mengubah rencana yang ada sebagai tanggapan terhadap berbagai perubahan dalam lingkungan operasi.

Manajer menggunakan serangkaian metode dan sistem pengendalian untuk menangani berbagai masalah dan elemen organisasi yang berbeda. Metode dan sistem dapat mempunyai banyak bentuk dan dapat ditujukan pada berbagai kelompok. Akan tetapi, pengendalian keuangan memiliki keunggulan khusus, karena uang  mudah diukur dan dihitung.

LAPORAN KEUANGAN

Secara umum ada tiga bentuk laporan keuangan, yaitu neraca, laporan rugi-laba, dan laporan aliran kas. Dua bentuk yang pertama merupakan bentuk laporan yang paling tua. Ketiga laporan tersebut mempunyai bentuk dan tujuan sendiri, meskipun ketiganya saling berkaitan. Laporan tersebut ditujukan untuk memberi informasi yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pembacanya.

  1. Neraca

Neraca digunakan untuk menggambarkan kondisi keuangan suatu organisasi pada suatu waktu tertentu (snapshot), yang meliputi aktiva atau aset (sumber daya) organisasi dan klaim atas aset tersebut. Klaim merupakan sumber dana, sementara aset merupakan bukti bagaimana sumber dana tersebut digunakan. Aset merupakan hasil keputusan investasi, sementara klaim merupakan hasil keputusan pendanaan. Aset terletak di sebelah kiri neraca, sementara klaim terletak di sebelah kanan neraca. Dana organisasi diperoleh melalui hutang atau penyertaan modal (modal saham). Berikut ini menyajikan contoh neraca suatu perusahaan. Perhatikan bahwa total aktiva sama dengan toatal pasiva. Persamaan neraca ditunjukan sebagai berikut ini.

Aset = Hutang+Modal Saham

Persamaan di atas dibaca, aset suatu perusahaan sama dengan hutang ditambah modal (atau klaim terhadap aset tersebut oleh kreditor dan pemilik perusahaan). Aset menampilkan secara spesifik kekayaan perusahaan, sedangkan sisi pasiva menampilkan secara spesifik dan yang diberikan oleh orang atau badan tertentu untuk mendanai pembelian kekayaan perusahaaan.

PT ABC

Neraca, per 31 Desember 1996

Aktiva Lancar

Hutang Lancar Kas                           10.000

Hutang dagang                                 20.000

Piutang dagang                                 40.000

Hutang karyawan                             30.000

Peersediaan                                       100.000

Hutang pajak                                                30.000

Total Aktiva Lancar                         150.000

Total Hutang Lancar                         80.000

Bangunan, Pabrik, dan Peralatan

Hutang Jangka Panjang

Bangunan                                         500.000

Hutang Bank                                                300.000

Pabrik dan Peralatan                        750.000

Hutang Obligasi                               300.000

Total Bangunan dan Peralatan          1.250.000

Total Hutang

Jangka Panjang                                  600.000

Aktiva Tidak Berwujud

Modal Saham

Merek dagang                                   50.000

Saham biasa                                      300.000

Paten                                                150.000

Laba yang ditahan                            620.000

Total Aktiva Tidak berwujud           200.000

Total Modal Saham                          920.000

Total Aktiva                                      1.600.000

Total Pasiva                                      1.600.000

Aset biasa didefinisikan sebagai manfaat ekonomis yang akan diterima dimasa mendatang, atau akan dikuasai oleh organisasi sebagai hasil dari transaksi atau kejadian tertentu. Aset atau harta atau aktiva sebuah perusahaan terdiri dari uang tunai yang disimpan di bank. Aset merupakan sumber ekonomi organisasi yang akan dipakai organisasi untuk menjalankan usahanya.

Hutang didefinisikan sebagai pengorbanan ekonomis yang mungkin timbul dimasa mendatang dari kewajiban organisasi sekarang untuk mentransfer aset atau memberikan jasa kepihak lain dimasa mendatang, sebagai akibat transaksi atau kejadian dimasa lalu. Contoh hutang adalah hutang dari bank.

Recent Post