Pengertian da Contoh Frasa Bahasa Indonesia

Pengertian Frasa

Frasa adalah unit yang terdiri dari dua kata atau lebih yang menempati fungsi satu kalimat. Karena frasa tidak memiliki predikat, maka tidak dapat membentuk kalimat lengkap.

Contoh frasa: Tiga siswa baru sedang membaca buku di perpustakaan.

Mohon perhatikan penjelasan fungsi pernyataan di atas.

Tiga siswa (S)
Baca (P)
Di perpustakaan (tempat Kett).

Kalimat di atas terdiri dari tiga frasa, “tiga siswa”, “membaca”, dan “di perpustakaan.”
Fitur frasa

Kategori frase

1. Frasa dan multi frasa persamaan
Jika komponen berada pada posisi yang sama atau sama, frasa ini disebut ekuivalensi.

Contoh: Kakak perempuan saya dan saya makan di halaman depan dan minum.

Frasa “sister with me” adalah frasa yang sama. Karena posisi antara elemen “I” dan elemen “Young” sama atau tidak dijelaskan satu sama lain.

Demikian pula, frasa “makan” dan “minum” mengandung frasa yang setara.

Selain frasa yang setara, ada juga frasa bertingkat. Frasa bertingkat adalah frasa yang terdiri dari inti dan atribut.

Contoh: Saudara pergi malam ini.

Ungkapan “malam ini malam” terdiri dari atribut dan elemen inti.

2. Idiom

Harap perhatikan dua pernyataan berikut.

(A) Ketika kebakaran terjadi kemarin, penjaga toko menjadi kambing hitam.

(B) Untuk memberkati saudara-saudaranya, Pinto membantai kambing hitam.

Kalimat (a) dan (b) menggunakan frasa yang sama, frasa “kambing hitam”.

Dalam kalimat (a), kambing hitam berarti seseorang yang dituduh melakukan peristiwa tersebut, dan kalimat (b) berarti kambing yang menampilkan bulu hitam.

Artikel pendukung: kata kerja transitif dan kata kerja transitif dan contoh-contoh

Arti kambing hitam dalam kalimat (a) tidak ada hubungannya dengan arti kata kambing atau hitam.

Nah ungkapan-ungkapan yang tidak bisa menjelaskan maknanya berdasarkan makna kata-kata yang membentuk mereka disebut idiom.
Komposisi frasa

Frasa memiliki dua struktur, inti dalam dan struktur inti luar.

Pertimbangkan kalimat berikut. Kedua pedagang itu menjual dan membeli.

1. Frasa eksentrik

Kalimat tersebut terdiri dari frasa “kedua pedagang”, “dimasukkan”, “dijual dan dibeli”. Menurut distribusi frasa, “kedua franchisee” dan “masuk” adalah frasa dalam. Di sisi lain, frasa “perdagangan” adalah frasa yang unik.

Ungkapan kedua Pedagang dapat diungkapkan oleh kata pedagang. Anda juga dapat mengekspresikan frasa yang Anda masukkan dengan kata hold.

Namun, karena kedua kata tersebut adalah intinya, Anda tidak dapat mewakili frasa perdagangan dengan kata “jual” atau “beli”. Karena itu, frasa ini berada pada posisi yang sama.

Frasa yang distribusinya tidak sama dengan satu atau semua elemen disebut frasa luar-tengah.

Ungkapan batin
Yaitu, tiga jenis disertakan.

Frase intrinsik yang bekerja sama: terkait dengan kata “dan” dan “atau”. Contoh: Pintu dan jendela digambar.
Atribut centered phrase: Terdiri dari elemen yang tidak sama. Contoh: Taman besar yang dibangun oleh bangunan milik Haji Manarul.
Ungkapan batin positif: Secara semantik, satu unsur dalam ungkapan perasaan batin memiliki makna yang sama dengan unsur lainnya. Elemen penting adalah elemen sentral, elemen informasi disandingkan. Contoh: Arum, putri Pak Ruchan, entah bagaimana berhasil menjadi murid teladan.

Kelas ungkapan

Jenis ini dibagi menjadi 6 kelas kata. Termasuk hal-hal, pekerjaan, properti, informasi, angka, dan frasa tabel.

1. Frasa objek atau frasa kata benda
Frasa yang distribusinya sama dengan kata benda. Elemen sentral dari frase objek yang merupakan kata benda.

Contoh:

Mawar akan menerima hadiah ulang tahun.
Mawar menerima hadiah.

Alasannya adalah bahwa frasa hadiah mengetahui hal yang sama dengan kata benda hadiah dalam distribusi.

sumber : https://laelitm.com