Pengertian Konservasi Keaneka Ragaman Hayati

Pengertian Konservasi Keaneka Ragaman Hayati

Pengertian Konservasi Keaneka Ragaman Hayati

Pengertian Konservasi Keaneka Ragaman Hayati

Konservasi berasal dari bahasa Inggris

Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan. Menurut kamus besar bahasa indonesia konservasi adalah pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan mengawetkan; pengawetan; pelestarian. Konservasi adalah sebuah kegiatan yang melibatkan banyak sektor bidang,


bukan satu sektor saja (seperti pertanian, perikanan, kehutanan dan margasatwa) yang secara langsung bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya hayati, konservasi merupakan aspek pengelolaan yang memastikan bahwa pemanfaatan berkelanjutan serta  melindungi proses ekologi dan keragaman genetik yang penting untuk pemeliharaan sumber daya yang bersangkutan dengan sektor lain (seperti kesehatan, energi, industri). konservasi adalah aspek pengelolaan yang memastikan bahwa keuntungan berkelanjutan sepenuhnya berasal dari sumber daya hayati dan bahwa kegiatan terpusat dan dilakukan agar sumber daya tetap terjaga (Munro, 1980).


Sumber daya alam hayati adalah Unsur-unsur hayati di alam yang terdiri dari sumberdaya alam nabati (tumbuhan) dan sumberdaya alam hewani (satwa) yang bersama dengan unsur non hayati disekitarnya secara keseluruhan membentuk ekosistem. Sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya merupakan bagian terpenting dari sumberdaya alam yang terdiri dari alam hewani, alam nabati, ataupun berupa batu-batuan dan keindahan alam dan lain sebagainya, yang masing-masing mempunyai fungsi dan manfaat sebagai unsur pembentuk lingkungan hidup.


Karena sifatnya yang tidak dapat diganti-ganti dan peranannya begitu besar bagi kehidupan manusia, maka upaya konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya sudah menjadi kewajiban mutlak dari setiap generasi di manapun berada dan pada zaman kapanpun. Keaekaragaman hayati menurut World Wildlife Fund dalam Mochamad Indrawan (2007)  dapatdigolongkan menjadi tiga tingkat, yaitu :


  1. Keanekaragaman spesies. Hal ini mencakup semua spesies di bumi, termasuk bakteri danprotista serta spesies dari kingdom bersel banyak (tumbuhan, jamur, hewan, yang bersel banyak atau multiseluler)
  2. Keanekaragaman genetik. Variasi genetik dalam satu spesies baik diantara populasipopulasiyang terpisah secara geografis, maupun diantara individu-individu dalam satupopulasi.
  3. Keanekaragaman komunitas. Komunitas biologi yang berbeda serta asosiasinya dengan lingkungan fisik (ekosistem) masing-masing.

Dalam arti keseluruhan, makna dari konservasi sumber daya hayati adalah pemakaian dan perlindungan sumber daya-sumber daya alam secara berkelanjutan meliputi tanaman (hutan), binatang, deposit-deposit mineral, tanah, air bersih, dan bahan bakar fosil seperti batu bara, petroleum, dan gas-gas alam (natural gas) (Abdullah, 2010). Konservasi dari segi ekonomi dan ekologi di mana konservasi dari segi ekonomi berarti mencoba mengalokasikan sumberdaya alam untuk sekarang, sedangkan dari segi ekologi, konservasi merupakan alokasi sumberdaya alam untuk sekarang dan masa yang akan datang (Utami, 2008).


Dapat dikatakan pula konservasi Alam adalah suatu manajemen terhadap alam dan lingkungan secara bijaksana untuk melindungi tanaman dan binatang. Menurut Mudhofir Abdullah (2010), konservasi sumber daya alam merupakan langkah nyata advokasi untuk menanggulangi krisis lingkungan. Jadi konservasi adalah pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam secara alami secara berkelanjutan dan teratur baik sumber daya hayati dan non hayati dengan melindungi proses-proses ekologis dalam sistem penyangga kehidupan dan juga pengawetan keanekaragaman hayati.


Secara harfiah makna konservasi (conservation) yang terkait dengan sumber daya alam diartikan sebagai: “the preservation, management, ancare of natural and cultural resources” (pelestarian pengelolaan, dan perawatan sumber-sumber daya alam dan kultural). Ian Campbell (1972), disisi lainnya mendefinisikan konservasi dengan tiga makna, yakni: pertama, preservasi (preservation) atau pelestarian sumber daya alam, kedua, pemanfaatan sumber daya alam dengan penggunaan secara nalar (intellect utilization), dan ketiga, penggunaan sumberdaya alam secara bijak (wise use).


Secara singkatnya dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Konservasi sumberdaya alam hayati adalah Pengelolaan sumberdaya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya (Suhartini, 2009).


Kawasan konservasi dapat memberikan banyak kontribusi bagi pengembangan wilayah, dengan menarik wisatawan ke wilayah pedesaan. Pengembangan pariwisata di dalam dan di sekitar kawasan konservasi juga merupakan salah satu cara terbaik untuk mendatangkan keuntungan ekonomi bagi kawasan terpencil, dengan cara menyediakan kesempatan kerja setempat, merangsang pasar setempat, memperbaiki prasarana angkutan dan komunikasi.


Sumber: https://bankpundi.co.id/draw-a-stickman-apk/