Pengertian kurikulum pendidikan islam

 Pengertian kurikulum pendidikan islam

 Pengertian kurikulum pendidikan islam

 Pengertian kurikulum pendidikan islam

        Secara etimologis, istilah kurikulum (curriculum) berasal dari bahasaYunani yaitu curir yang artinya “pelari” dan curene yang berarti “tempatberpacu”. Istilah kurikulum berasal dari dunia olahraga, terutama dalam bidang atletik pada zaman Romawi Kuno di Yunani. Dalam bahasa Prancis, istilah kurikulum berasal dari kata courier yang berarti berlari (to run). Kurikulum berarti suatu jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari dari garis start sampai dengan garis finish untuk memperoleh medali atau penghargaan. Jarak yang harus di tempuh tersebut kemudian diubah menjadi program sekolah dan semua orang yang terlibat di dalamnya.Program tersebut berisi mata pelajaran (courses) yang harus ditempuh oleh peserta didik selama kurun waktu tertentu, seperti SD/MI (enam tahun), SMP/MTs (tiga tahun).SMA/MA (tiga tahun) dan seterusnya. Dengan demikian, istilah kurikulum (dalam pendidikan) adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan peserta didik di sekolah untuk memperoleh ijazah.[1]

        Kurikulum dalam pendidikan Islam, dikenal dengan manhaj yang bermakna jalan yang terang, atau jalan terang yang dilalui oleh manusia pada berbagai bidang kehidupannya. Kurikulum pendidikan Islam dari segi bahasa bermakna jalan yang terang yang dilalui seseorang, baik orang itu guru atau juru latih, atau ayah atau yang lainnya, meliputi semua unsur-unsur proses pendidikan dan semua unsur-unsur rencana pendidikan yang di ikuti oleh guru, atau pendidik, atau institusi pendidikan dalam mengajar dan mendidik murid-muridnya, meliputi tujuan-tujuan pendidikan, perkara-perkara kajian, kemestian-kemestian pelajaran dan semua kegiatan dan alat-alat yang menguatkannya, metode-metode yang digunakan dalam mengajarkan pelajaran dan melatih murid-muriddan membimbingnya, menjaga peraturan di antara mereka dan pada pergaulan mereka pada umumnya, dan proses-proses dan alat-alat penilaian[2]

  1. Dasar kurikulum pendidikan islam.

Kurikulum sebagai salah satu komponen pendidikan sangat berperan dalam mengantar pada tujuan pendidikan yang diharapkan. Untuk itu , kurikulum merupakan kekuatatan utama memengaruhi dan membentuk proses pembelajaran. Kesalahan dalam penyusunan kurikulum akan menyebabkan kegagalan suatu pendidikan dan penzaliman terhadap peserta didik. Herman H.Horney memberikan dasar bagi penyusun kurikulum atas 3 macam.

  1. Dasar psikologis :digunakan untuk memenuhi dan mengetahui kemampuan yang diperoleh dan kebutuhan peserta didik.
  2. Dasar sosiologis :digunakan untuk memenuhi tuntutan masyarakat terhadap pendidikan.
  3. Dasar filosofis :digunakan untuk mengetahui nilai yang akan dicapai.

Bila dianalisis lebih jauh,dasar kurikulum yang ditawarkan diatas belum lengkap untuk dijadikan dasar kurikulum pendidikan islam. Sebab, dalam pendidikan islam ada usaha-usaha untuk mentrasfer dan menanamkan nilai-nilai agama (Ilahiah) sebagai titik sentral tujuan dan proses pendidikan islam. Oleh karena itu, Al-Syaibany memberikan kerangka dasar yang jelas tentang kurikulum islam, seperti dipaparkan dibawah ini.

https://bobhenneman.info/crossworlds-apk/