RASUL DAN MUKJIZAT

RASUL DAN MUKJIZAT

Mukjizat mempunyai arti dan peranan yang sangat penting bagi rasul dalam melaksanakan tugas kerasulannya. Mukjizat memiliki dua fungsi pokok yaitu :

Sebagai bukti bahwa orang yang memilikinya adalah benar-benar utusan Allah SWT. Sebagai senjata untuk menghadapi musuh-musuh yang menentangnya. Mukjizat adalah peristiwa ajaib yang sukar dijangkau oleh akal kemampuan manusia. Mukjizat dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu :

  1. Mukjizat kauniyah adalah mukjizat yang berkaitan dengan peristiwa alam, seperti dibelahnya bulan menjadi dua oleh Nabi Muhammad SAW dan dibelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa as dengan tongkat.
  2. Mukjizat syakhsiyyah adalah mukjizat yang keluar dari tubuh seorang nabi dan rasul, seperti air yang keluar dari celah-celah jari Rasulullah SAW, cahaya bulan yang memancar dari tangan Nabi Musa as serta penyembuhan penyakit buta dan kusta oleh Nabi Isa as.
  3. Mukjizat salbiyyah adalah mukjizat yang membuat sesuatu tidak berdaya seperti ketika Nabi Ibrahim as dibakar oleh Raja Namrud, akan tetapi api tidak mampu membakarnya.
  4. Mukjizat aqliyyah adalah mukjizat yang rasional atau masuk akal. Contoh satu-satunya adalah Al Qur’an.

TUGAS RASUL

Tugas pokok yang diberikan Allah SWT kepada para nabi dan rasul sejak dari Nabi Adam AS sampai dengan Nabi Muhammad SAW adalah :

  1. Memberi kabar gembira bagi orang-orang yang mentaati risalah-Nya.
  2. Membimbing umatnya ke jalan yang benar sehingga memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akherat.
  3. Memberi peringatan kepada orang-orang yang mengingkari-nya Mengajak umatnya untuk menyembah hanya kepada Allah ( ajaran Tauhid )
  4. Menyampaikan amanat dari Allah.
  5. Memberi peringatan kepada umat manusia.
  6. Memberikan kabar gembira dan peringatan.
  7. Membawa petunjuk dan agama yang benar.
  8. Menjadi teladan hidup bagi umat manusia
  1. FUNGSI IMAN KEPADA RASUL ALLAH SWT

fungsi iman kepada Nabi dan Rasul adalah :

  1. Menambah keimanan kepada Allah SWT, bahwa Rasul itu benar-benar pilihan Allah.
  2. Mengenal Allah SWT dan tata cara beribadah kepada-Nya.
  3. Mendorong manusia untuk memiliki kepribadian yang luhur dengan cara menjadikan Rasulullah sebagai “Uswatun Hasanah”
  4. Mempercayai ajaran-ajaran yang dibawa Rasul Allah untuk disampaikan kepada umatnya.
  5. Mengamalkan ajaran yang diberikan oleh Rasulullah
  6. CONTOH BERIMAN KEPADA RASUL ALLAH SWT
  7. Mempercayai dengan sepenuh hati bahwa para Rasul adalah manusia biasa yang dipilih oleh Allah SWT untuk menyampaikan wahyu/ firman-Nya kepada umat manusia untuk dijadikan sebagai pedoman hidup.
  8. Mempercayai dengan sepenuh hati bahwa para Rasul diutus oleh Allah SWT untuk menjadi teladan hidup bagi manusia.
  9. Membenarkan apa yang dibawa oleh para Rasul dan menjadikan apa yang dibawa oleh Rasul sebagai pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari.
  10. Meyakini bahwa nabi muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul yang terakhir

SUmber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/