Sejarah Awal Hingga Akhir Isi Trikora

Trikora

Sejarah Awal Hingga Akhir Isi Trikora – Dalam hal ini, pemerintah melakukan banyak upaya untuk membawa Irlandia Barat kembali ke Indonesia. Di Tricore, banyak persiapan dilakukan oleh pemerintah, dimulai dengan pelatihan militer, diplomasi, kebijakan ekonomi, dan oposisi total. Adapun militer, Indonesia sedang bersiap untuk mencari senjata dari luar negeri pada malam konflik antara Indonesia dan Belanda.

Dari sudut pandang ekonomi, pada 27 Desember 1958, Presiden Sukarno mengeluarkan Undang-Undang No. 86 Tahun 1958 tentang nasionalisasi semua perusahaan Belanda di Indonesia.

Latar Belakang Trikora

Ketika Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, Indonesia merebut seluruh wilayah Hindia Belanda, termasuk wilayah barat pulau Papua.

Namun, Belanda menganggap daerah ini sebagai provinsi lain Kerajaan Belanda. Kemudian pemerintah Belanda memulai persiapan untuk mengubah Papua menjadi negara merdeka paling lambat tahun 1970-an.

Tetapi pemerintah Indonesia menentang ini, dan Papua menjadi daerah yang diperebutkan antara Indonesia dan Belanda. Kemudian dibahas di beberapa pertemuan dan di berbagai forum internasional.

Pada konferensi meja bundar 1949, Belanda dan Indonesia tidak dapat memutuskan Papua Barat, tetapi setuju bahwa ini akan dibahas lagi selama 1 tahun.

Pada Desember 1950, PBB memutuskan bahwa Papua Barat memiliki hak independen sesuai dengan Pasal 73e Piagam PBB. Karena Indonesia mengklaim Papua Barat sebagai wilayahnya, Belanda mengundang Indonesia ke Mahkamah Internasional untuk menyelesaikan masalah ini, tetapi Indonesia menolak.

Setelah Indonesia menyerang Papua Barat beberapa kali, Belanda mempercepat program pendidikan di Papua Barat sebagai persiapan untuk kemerdekaan.

Akibatnya, Akademi Angkatan Laut didirikan pada tahun 1956, dan pasukan Papua pada tahun 1957. Sebagai kelanjutan, pada 17 Agustus 1956, Indonesia membentuk provinsi Irian Barat dengan ibukotanya di Soasiu di pulau Tidore dengan gubernur pertamanya, Zainal Abidin Syah. yang diangkat pada 23 September 1956.

Pada 6 Maret 1959, New York Times melaporkan penemuan emas oleh Pemerintah Belanda di Laut Arafura. Pada tahun 1960, Freeport Sulphur menandatangani perjanjian dengan Persatuan Perusahaan Kalimantan Timur untuk mendirikan tambang tembaga di Timika, tetapi tidak menyebutkan emas atau tembaga.

Isi Trikora

Kami adalah Presiden / Panglima Angkatan Bersenjata Indonesia dalam konteks konflik dengan Belanda untuk pembebasan Irian Barat, selalu memberikan instruksi kepada Angkatan Bersenjata bahwa kami akan memenuhi tugas untuk membebaskan Irian Indonesia Barat. keluar dari belenggu kolonialisme Belanda.

Dan sekarang, karena Belanda masih ingin melanjutkan kolonialisme di tanah air kita, di Irian Barat, memecah belah Rakyat dan Tanah Air Indonesia, kita akan memerintahkan orang Indonesia di Irian Barat untuk mengeksekusi Tiga Komando dengan cara berikut:

Pembentukan boneka kolonial Belanda Papua gagal.
Terbang merah dan putih ke Indonesia Irian Barat.
Bersiap untuk mobilisasi umum untuk menjaga kemerdekaan dan persatuan tanah air Indonesia.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Yogyakarta, 19 Desember 1961

Presiden / Pangti APRI / Panglima Tertinggi

Big Koti Pembasan Irian Barat

Sukarno

Selain Tricore, pemerintah telah mengambil langkah-langkah berikut.

  • Pembentukan gaya baru provinsi Irian Barat dengan ibukota Kota Baru.
  • 13 Januari 1962 membentuk perintah mandala untuk pembebasan Irian Barat. Mayor Jenderal Suharto diangkat menjadi komandan komando mandala. Kantor pusatnya di Makassar.

Demikianlah, pembahasan Pengertian & Trikora (Tiga Komando Rakyat) “Trikora, Saya harap, dengan ulasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi Anda semua, terima kasih.

Baca Juga :