Sejarah dan Silsilah Raja Kerajaan Kendan

Sejarah dan Silsilah Raja Kerajaan Kendan

Sejarah dan Silsilah Raja Kerajaan Kendan – Berita mengenai sejarah kerajaan kendan, berikut penjelasannya:

Sejarah dan Silsilah Raja Kerajaan Kendan

Sejarah Kerajaan Kendan

Menurut Naskah Wangsa KertaRaja Tarumanagara yang ke 7 yaitu Surya Warman ( Th.535 M – 561 M ) mempunyai Putri yang bernama Tirta Kancana dinikahkan dengan Resi Guru Manikmaya dan mendirikan kerajaan Kendan / Kerajaan Kelang didesa Citaman Kecamatan Nagreg antara limbangan dan Garut, sedangkan Putra Resi Guru Manikmaya ini yang bernama Raja Putra Suraliman menjadi Panglima Perang dikerajaan kakeknya yaitu Surya Warman di Taruma Nagara.
Kendan dari kata Kenan yang artinya Batu Cadas berwarna hitam dengan rongga-rongga didalamnya dan mengandung kaca, sedangkan Pusat Kerajaannya di Nagreg ( sekarang jalan Nagreg ) 1 km dari Jalan Kereta Api dibawah Kaki Bukit Sanghyang Anjung ( sekarang dekat Proyek Pembangunan Penjernih Air Legok Nangka ), kekuasaannya berada dibawah Kerajaan Taruma Nagara dan kerajaan ini menjadi besar ketika kekuasaannya dipegang oleh Prabu Wretikadayun atau Raja Kendan pada generasi yang ke 4 ini.

Silsilah Raja Kerajaan Kendan

Adapun Raja-Raja Kerajaan Kendan ini adalah ;

Raja Maha Guru Manik Maya ( Th.536 M – Th.568 M )

Raja Maha Guru Manik Maya ( Th.536 M – Th.568 M ), berasal dari keluarga Calankayana di India Selatan adalah seorang Pemuka Agama Hindu, karena Jasa-jasanya dalam menyebarkan Agama Hindu ditanah Jawa, Raja Taruma Nagara pada waktu itu adalah Surya Warman menikahkan Putrinya yang bernama Tirta Kancana kepada Maha Guru Manik Maya ini sebagai Istri dan memperkenankan sang Menantumendirikan Kerajaan Kendan ditambah sebagian dari Prajurit Taruma Nagara sebagai Pelindung Kerajaan Kendan, dan Maha Guru Manik Maya ini mempunyai Putra Mahkota yang bernama Raja Putra Suraliman, hal ini berdasarkan Naskah Pustaka Rajyarajya / Pustaka Bumi Nusantara Parwa II Sarga IV tahun 1602 Masehi yang tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon Jawa Barat.

Raja Putra Suraliman ( Th.568 M – Th.579 M)

Raja Putra Suraliman ( Th.568 M – Th.579 M), menikah dengan Dewi Mutyasari Putri dari Kerajaan Kutai Bakula Putra bergelar Raja Resi Dewa Raja Sang Luyu Tawang Rahiyang Tari Medang Jati, mempunyai 1 orang anak laki-laki bernama Kandiawan dan 1 orang anak Perempuan bernama Kandiawati, menguasai Nagreg dan sampai Medang Jati Garut Jawa Barat.Hal ini berdasarkan Carita Kabuyudan Sanghyang Tapak.

Raja Kandiawan ( Th.597 M – Th. 612 M )

Raja Kandiawan ( Th.597 M – Th. 612 M )memindahkan Pusat Kerajaan Kendan dari desa Citaman Nagreg ke Medang Jati di Cangkuang Garut Jawa Barat. Hal ini terbukti dari Situs Candi Cangkuang Garut didesa Bojong Mente Cicalengka kabupeten GarutJawa Barat. Raja Kandiawan mempunyai 5 orang Putra yaitu ; Mangukuhan, Sandang Greba, Karung Kalah, Katung Maralah dan Wretikandayun, yang masing-masing memerintah dan terbagi 5 daerah yaitu ; Surawulan, Pelas Awi, Rawung Langit, Menir dan Kuli-kuli. Pada Akhir tahtanya ditunjuk Putra bungsu Wretikandayun sebagai Raja Kendan / Kelang dan Sang Raja Kandiawan bertapa di Bukit Layuwatang, Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

Raja Wretikandayun ( Th.612 M – Th. 702 M )

Raja Wretikandayun ( Th.612 M – Th. 702 M )memindahkan lagi Pusat Kerajaan Kendan / Kelang ke Galuh didesa Karang Kamulyaan , kecamatan CijeungjingCiamisJawa Barat sekarang ini, dengan Permaisuri Dewi Minawati anak dari Pendeta Hindu yaitu Resi Mekandria dan menurunkan 3 orang Putra yaitu ; Sampakwaja menjadi Resi Guru wanayasa, Amara menjadi Resi Guru Deneuh dan Jantaka/mandi minyak. Hal ini berdasarkan Pusaka Naga Sastra, Pada masa itu Kerajaan Kendan / Kelang berubah nama menjadi Kerajaan Galuh. Sedangkan Pada tahun 670 Masehi Kerajaan Induk Kendan / Kelang / Galuh ini yaitu Taruma Nagara saat itu diperintah oleh Tarusbawa telah berubah menjadi Kerajaan Sunda dan menyetujui Pemisahan Kerajaan bawahannya Kendan / Kelang menjadi Kerajaan Galuh, sehingga Kerajaan menjadi 2 bagian yaitu ;

1. Kerajaan Sunda ( Ex Taruma Nagara ) dengan Rajanya Tarusbawa, menguasai wilayah pada  
              bagian Barat, Ibu kota Bogor, Jawa Barat, berkuasa sampai tahun 723 M, hal terbut berdasar
kan carita  Parahiyangan, sedangkan menurut Prasasti Jaya Bupati yang ditemukan di Cibadak
Sukabumi tidak menyebutkan Ibu kota kerajaan di Bogor.

2. Kerajaan Galuh ( Ex Kendan / Kelang )  dengan Rajanya Wretikandayun, menguasai wilayah
            bagian Timur, ibu kota Kawali di Ciamis, Jawa Barat. Menurut Carita Parahiyangan, Putra Mah
kota Galuh Mandi Minyak menikah dengan Maharani Shima Putri dari Kerajaan Kalingga di Jawa.