Sejarah Intelektual

Sejarah Intelektual

Sejarah intelektual ialah sejarah asumsi berupa tematik. Bidang sejarah
intelektual ini sudah lama tersedia terhadap zaman Greek yang berharap kepada aspekaspek
agama layaknya Kristian dan Islam sebelum akan abad ke-19 Masehi. Konsep
sejarah asumsi sama bersama dengan sejarah filsafat yaitu kajian perihal pemikiran
manusia. Namun sejarah asumsi tetap mempunyai perbedaan dari sudut
tumpuan kajian.

Tumpuan kajian sejarah filsafat lebih berupa tertentu dan
dikaitkan bersama dengan asumsi manusia di peringkat yang tinggi. Sedangkan
tumpuan sejarah asumsi pula lebih berupa umum dan melibatkan tahap
pemikiran manusia di peringkat biasa dan sederhana. Dengan kata lain, apa
yang dikaji dalam sejarah asumsi adalah merangkum gagasan-gagasan
politik, sosial, ekonomi, pendidikan, kebudayaan dan lain-lain. Dan yang
terpenting ialah ada kesan dan pengaruh inspirasi tersebut terhadap
pemikiran, tindakan dan perkembangan penduduk manusia.

Berpikir merupakan keliru satu aktivitas manusia yang sudah
dilakukan sejak manusia ada. Hasil-hasil asumsi manusia pada
masa lampau merupakan kajian dari sejarah intelektual. Pemikiranpemikiran
yang lahir dari aktivitas manusia di masa lantas memiliki
berbagai tema. Tema-tema tersebut menyangkut asumsi filsafat,
politik, ekonomi, agama dan yang lainnya. Pemikiran filsafat Yunani
pertama kali berkembang di Yunani berabad-abad yang lalu. Hasilhasil
pemikiran filsafat Yunani ini, lantas dikembangkan oleh para
filusuf Islam terhadap abad ke-7 dan ke-8, sehingga terhadap masa ini
dunia Islam mengalami kejayaan. Terjadi kemajuan dalam bidang
ilmu pengetahuan, layaknya ilmu kedokteran, kimia, matematika,
bahasa, dan yang lainnya. Kemajuan ilmu ilmu di dunia Islam
pada sementara itu mampu ditulis menjadi sebuah penulisan sejarah
intelektual. Untuk menyaksikan sejarah intelektual dunia Islam, maka harus
melacaknya ke belakang terhadap perkembangan filsafat di Yunani.

Baca Juga :