Shang Hyang Widhi dalam Sebutan Monoteisme

Shang Hyang Widhi dalam Sebutan Monoteisme

Shang Hyang Widhi dalam Sebutan Monoteisme

 

Shang Hyang Widhi dalam Sebutan Monoteisme

Dalam agama Hindu terdapat sloka-sloka yang menyatakan bahwa Ida Shang Hyang Widhi Wasa itu satu, di antara lainnya.

a) Hiranyagarbhah samavartatagre bhustasya jatah patireka asit, sa dadhara prthivim dyam utemam kasmai devaya havisa vidhema.

Tuhan yang Maha Esa yang menguasai semua planet yang bercahaya di dalam diri-Nya dan eksis sejak awal keabadian, adalah Maha Tunggal yang menciptakan segalanya. Ia yang menyangga bumi dan sorga, kepada-Nya devata yang tertinggi, sumber kebahagiaan yang suci, kami persembahkan doa kebaktian dengan penuh ketulusan hati. (Regveda X.121.1)

b) Ya etam devam ekavrtam veda, Na dvitiyo na trtiyas caturtho napyucyate, na pancamo na sasthah saptamo napyucyate, nastamo na navamo dasamo napyucyate, sa sarvasmai vi pastyati yacca pranati yacca na, tamidam nigatam sahah sa esa eka ekavrd eka eva, sarve asmin deva ekavrto bhavanti.

Kepada Ia yang mengetahui ini Tuhan semata-mata hanya Tunggal, tidak ada yang kedua, ketiga, keempat Ia dipanggil. Tidak ada yang kelima, keenam, ketujuh Ia dipanggil. Tidak ada yang kedelapan, kesembilan Ia dipanggil. Ia melihat segala apa yang bernafas dan apa yang tidak bernafas. Kepada-Nyalah tenaga penakluk kembali, Ia hanya Tunggal. Tunggal belaka, padaNya semua Deva hanya satu saja. (Atharva Veda XIII.4.15-21)

c) Ekam eva adityam brahma.

Tuhan hanya satu tidak ada yang kedua. (Chandogya Upanisad)

d) Om narayana evedam sarvam yad bhutam yacca bhavyam niskalanko niranjano nirvikalpo nirakhyatah suddho seva eko narayana na dvit’yo asti kascit.

Om Narayana adalah semua ini apa yang telah ada dan apa yang akan ada bebas dari noda, bebas dari perubahan tak dapat digambarkan, sucilah Dewa Narayana, Ia hanya satu tidak ada yang kedua. (bait Puja Trisandya/ Gayatri mantram)
Drs. I Gusti Made Ngurah dan I.B Rai Wardhana, SH, Doa sehari-hari menurut Hindu, (Jakarta : Hanuman Sakti, 1994), hal. 8

e) Eko devas sarva bhutesu gudhas sarva vyapi sarva bhutantar-atma, karmadhyaksas sarvabhutadivasas saksi ceta kevalo nirgunasca.

Tuhan yang tunggal sembunyi pada semua mahluk, menyusupi segala, inti hidupnya semua mahluk, saksi, yang mengetahui, yang tunggal, bebas dari kualitas apapun. (Svestara Upanisad. VI. 11)

f) Namah puras tas atha prstha taste, mamostu te sarvata eva sarva, ananta vi rya mitavikramastvam, sarvam samapnosi sarvah.

Hormat pada-Mu pada semua sisi, O Tuhan, Ekau adalah semua yang ada, tak terbatas dalam kekuatan, tak terbatas dalam keperkasaan, engkau memenuhi segala. Karena itu engkaulah segala itu. (Bhagawad gita XI.40)

g) Maya tatam idam sarvam, jagad avyakta-murtina, mat-sthani sarva-bhutani, na caham tsv avasthitah.

Aku berada dimana-mana di seluruh alam semesta dalam bentuk-Ku yang tidak terwujud. Semua makhluk hidup berada dalam diri-Ku, tetapi Aku tidak berada di dalam mereka. (Bhagawad gita IX.4)

h) ye ‘py anya-devata-bhakta, yajante sraddhayanvitah, te ‘pi mam eva kaunteya, yajanty avidhi-purvakam.

Orang yang menyembah dewa-dewa lain dan menyembah dewa-dewa itu dengan kepercayaan sebenarnya hanya menyembah-Ku, tetapi mereka berbuat demikian dengan cara yang keliru, wahai putera kunti. (Bhagawad gita IX.23)

i) Om ekam sat viprah bahudha vadanti.

Sang Hyang Widhi itu satu, orang bijaksana menyebutnya dengan banyak nama. (Veda (Rgveda)

 

Artikel Terkait  :