SMAN 9 Siapkan 130 Koputer untuk UNBK

SMAN 9 Siapkan 130 Koputer untuk UNBK

SMAN 9 Siapkan 130 Koputer untuk UNBK

SMAN 9 Siapkan 130 Koputer untuk UNBK
SMAN 9 Siapkan 130 Koputer untuk UNBK

NURDIANI NITA LATIFAH/BANDUNG EKSPRES

TETAP KONSENTRASI: Sejumlah siswa SMAN 9 Bandung melakukan simulasi Ujian Nasional

Berbasis Komputer (UNBK) kemarin (29/2).

bandungekspres.co.id– Simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 9 Bandung berlangsung lancar. Sekitar 130 unit komputer digunakan untuk 370 orang peserta ujian nasional. Pihak sekolah menambah 100 watt daya listrik dipersiapkan untuk pelaksaan UNBK pada 4-12 April 2016 mendatang.

Menurut Wakil Kepala Sekola Sarana dan Prasarana SMAN 9 Bandung, Iwan Hermawan, SMAN 9

Bandung hanya memiliki 40 unit komputer saja di labolaturiun sekolah. ”Sisanya sekitar 40 unit komputer bantuan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan 50 unit lagi bersumber dari anggaran sekolah dan sumbangan alumni,” ucap Iwan kepada Bandung Ekspres di sela pelaksaaan teknis UNBK di Jalan LMU I Suparmin kemarin (29/2).

Jumlah komputer tersebut, dianggap cukup untuk memenuhi jumlah siswa yang ada di SMAN 9 Bandung. Jumlah siswa di SMAN 9 Bandung yang akan mengikuti UN berkisar 370 orang. Syarat jumlah komputer di sekolah harus mencapai 1/3 dari jumlah siswa.

”Untuk pelaksaan UNBK jumlah komputer yang dipakai minimal 123 unit komputer, tapi kita lebih tujuh unit. Nah, tujuh unit itu dipakai sebagai cadangan ditakutkan ada komputer yang rusak,” ungkapnya.

Ketika kapasitas komputer bertambah, maka kapasitas listrik pun harus bertambah. Semula SMAN 9 Bandung

hanya memiliki kapasitas listrik 130 watt, lanjut dia, jumlah listrik tersebut dianggap tidak memadai, sehingga harus ditambah. Saat ini, kapasitas listrik di SMAN 9 Bandung mencapai 230 watt.

Walaupun kapasitas listrik sudah ditambah, pihaknya juga masih mengkhawatirkan apabila saat pelaksaan UNBK tiba-tiba terjadi pemadaman listrik atau tegangan listrik di sekolah tidak stabil. Untuk mengatasi hal tersebut, pihak sekolah harus memiliki jenset. Akan tetapi untuk pengadaan jenset, keuangan sekolah dirasa masih belum cukup untuk membelinya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada pemerintah untuk bisa bekerjasama dengan PLN agar listrik di sekolah yang melaksanakan UN tidak dilakukan pemadaman tiba-tiba. Dia menegaskan, tegangan listrik di sekola yang melaksanakan UNBK harus stabil.

”Kalau listrik tiba-tiba padam, nantinya akan merusak jaringan server yang ada,” ujarnya.

 

Sumber :

http://bit.ly/2nDoIf7