Struktur Hubungan Nilai

Struktur Hubungan Nilai

Struktur Hubungan Nilai

Struktur Hubungan Nilai
Struktur Hubungan Nilai

 

Selain adanya sepuluh tipe nilai ini, Schwartz

Juga berpendapat bahwa terdapat suatu struktur yang menggambarkan adanya hubungan di antara nilai-nilai tersebut. Untuk mengidentifikasi struktur hubungan antar nilai, asumsi yang dipegang adalah bahwa pencapaian suatu tipe nilai mempunyai konsekuensi psikologis, praktis, dan sosial yang dapat berkonflik atau sebaliknya berjalan seiring (compatible) dengan pencapaian tipe nilai lain. Misalnya, pencapaian nilai achievement akan berkonflik dengan pencapaian nilai benevolence, karena individu yang mengutamakan kesuksesan pribadi dapat merintangi usahanya meningkatkan kesejahteraan orang lain.

 

Sebaliknya, pencapaian nilai benevolence

Dapat berjalan selaras dengan pencapaian nilai conformity karena keduanya berorientasi pada tingkah laku yang dapat diterima oleh kelompok sosial. Pencapaian nilai yang seiring satu dengan yang lain menghasilkan sistem hubungan antar nilai sebagai berikut.

 

Tipe nilaipowerdan achievement

Keduanya menekankan pada superioritas sosial dan harga diri.

Tipe nilaiachievementdan hedonism, keduanya menekankan pada pemuasan yang terpusat pada diri sendiri.

Tipe nilaihedonismdan stimulation, keduanya menekankan keinginan untuk memenuhi kegairahan dalam diri.

Tipe nilaistimulationdan self-direction, keduanya menekankan minat intrinsik dalam bidang baru atau menguasai suatu bidang.

Tipe nilaiself-directiondan universalism, keduanya mengekspresikan keyakinan terhadap keputusan atau penilaian diri dan pengakuan terhadap adanya keragaman dari hakekat kehidupan.

Tipe nilaiuniversalismdan benevolence, keduanya menekankan orientasi kesejahteraan orang lain dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi.

Tipe nilaibenevolencedan conformity, keduanya menekankan tingkah laku normatif yang menunjang interaksi intim antar pribadi.

Tipe nilaibenevolencedan tradition, keduanya mengutamakan pentingnya arti suatu kelompok tempat individu berada.

Tipe nilaiconformitydan tradition, keduanya menekankan pentingnya memenuhi harapan sosial di atas kepentingan diri sendiri.

Tipe nilaitraditiondan security, keduanya menekankan pentingnya aturan-aturan sosial untuk memberi kepastian dalam hidup.

Tipe nilaiconformitydan security, keduanya menekankan perlindungan terhadap aturan dan harmoni dalam hubungan sosial.

Tipe nilaisecurity dan power, keduanya menekankan perlunya mengatasi ancaman ketidakpastian dengan cara mengontrol hubungan antar manusia dan sumberdaya yang ada.

.

Berdasarkan adanya tipe nilai yang sejalan dan berkonflik, Schwartz menyimpulkan bahwa tipe nilai

Dapat diorganisasikan dalam dimensi bipolar, yaitu:

  1. Dimensiopennes to changeyang mengutamakan pikiran dan tindakan independen yang berlawanan dengan dimensi conservation yang mengutamakan batasan-batasan terhadap tingkah laku, ketaatan terhadap aturan tradisional, dan perlindungan terhadap stabilitas. Dimensi opennes to change berisi tipe nilai stimulation dan self direction, sedangkan dimensi conservation berisi tipe nilai conformity, tradition, dan security.
  2. Dimensi yang kedua adalah dimensiself transcendence yang menekankan penerimaan bahwa manusia pada hakikatnya sama dan memperjuangkan kesejahteraan sesama yang berlawanan dengan dimensiself enhancement yang mengutamakan pencapaian sukses individual dan dominasi terhadap orang lain. Tipe nilai yang termasuk dalam dimensi self transcendence adalah universalism dan benevolence. Sedangkan tipe nilai yang termasuk dalam dimensi self enhancementadalah achievement dan power. Tipe nilai hedonism berkaitan baik dengan dimensi self enhancement maupun openness to change.
  3. Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/jenis-dan-contoh-jaringan-hewan/