Sumber Masalah Pada Sampah

Sumber Masalah Pada Sampah

Sumber Masalah Pada Sampah

Sumber Masalah Pada Sampah

Sampah selalu timbul menjadi

persoalan rumit dalam masyarakat yang kurang memiliki kepekaan terhadap lingkungan. Ketidakdisipinan mengenai kebersihan dapat menciptakan suasana semrawut akibat timbunan sampah. Begitu banyak kondisi tidak menyenangkan akan muncul.


Bau tidak sedap, lalat berterbangan, dan gangguan berbagai penyakit siap menghadang di depan mata. Tidak cuma itu, peluang pencemaran lingkungan disertai penurunaan kualitas estetika pun akan menjadi santapan sehari-hari bagi masyarakat.


Pada musim hujan, sampah terlantar ini menjadi momok paling menakutkan. Tumpukan sampah yang tidak tertangani dengan baik bisa menyumbat saluran drainase. Pembuangan sampah di sembarang tempat, terutama sungai, akan menghambat laju air hujan dipermukaan sehingga aliran hanya terfokus pada satu titik saja.


Ketika curah hujan tinggi, kondisi semacam ini bisa mengakibatkan banjir. Bahkan, Jakarta sebagai ibukota negara pun tidak pernah lepas dari kondisi tersebut. Hampir setiap tahun kota impian para pendatang ini dikunjungi banjir.


Ketakutan hadir tidak hanya kala banjir melanda, tetapi juga ketika iringan situasi pasca banjir tiba. Kelaparan, penyakit, pengangguran, dan masalah sosial lainnya menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Walaupun telah ’ berpengalaman’ menghadapi situasi sama setiap tahun, tampaknya inti masalah akibat sampah ini belum pula memperoleh penyelesaian terbaik.


Sampah memang bukan perkara mudah. Tidak hanya di perkotaan padat penduduk, pedesaan, atau lokasi lain pun tidak terlepas dari persoalan ini. Sumber permasalahan sampah selalu hadir, baik di tempat pembuangan sementara(TPS), tempat pembuangan air(TPA), maupun saat pendistribusiaannya.Berikut beberapa faktor penyebab penumpukan sampah:


  1. Volume sampah sangat besar dan tidak diimbangi oleh daya tamping TPA sehingga melebihi kapasitasnya.
  2. Lahan TPA semakin menyempit akibat tergusur oleh pengunaan lain.

  3. Jarak TPA dan pusat sampah relatif jauh hingga waktu untuk menganggut sampah kurang efektif.
  4. Fasilitas pengakutan sampah terbatas dan tidak mampu menganggut seluruh sampah.
  5. Teknologi pengolaan sampah tidak optimal sehingga lambat membusuk.

  6. Sampah yang telah matang dan berubah menjadi kompos tidak segera dikelurkan dari tempat penampugan sehingga semakin mengulung.
  7. Tidak semua lingkungan memiliki lokasi penampungan sampah. Masyarakat sering membuang sampah disembarang tempat sebagai jalan pintas.

  8. Kurangnya sosialisai dan dukungan pemeritah mengenai pengelolaan dan pengolalahan sampah serta produknya.
  9. Minimnya edukasi dan manajemen diri yang baik mengenai pengolahan sampah secara tepat.
  10. Manajemen sampah tidak efektif. Hal ini dapat menimbulkan kesalahpahaman terutama bagi masyarakat sekitar.

Sumber:

https://www.paydayloansusca.com/2020/04/17/robby-bolt-apk/