Tempuh S3 di Dua Negara, Lulus Usia 27 Tahun dengan IPK 4,00

Tempuh S3 di Dua Negara, Lulus Usia 27 Tahun dengan IPK 4,00

Tempuh S3 di Dua Negara, Lulus Usia 27 Tahun dengan IPK 4,00

Tempuh S3 di Dua Negara, Lulus Usia 27 Tahun dengan IPK 4,00
Tempuh S3 di Dua Negara, Lulus Usia 27 Tahun dengan IPK 4,00

Setelah Nastiti Intan Permata Sari (26) lulusan Doktoral S3 Unair yang menyabet IPK sempurna 4.00

, Universitas Airlangga (Unair) kembali melahirkan generasi terbaik bangsa,yakni Dr. Hartanto Mulyo Raharjo, drh., M.Si atau Hartanto. Dia berhasil menyelesaikan studi S3 sains veteriner dengan IPK sempurna yaitu 4,00.

Tak hanya itu, Hartanto lulus dengan predikat wisudawan terbaik S3 Fakultas Kedokteran Hewan Unair pada usia yang masih sangat muda, 27 tahun. Dia mengikuti prosesi wisuda di Airlangga Convention Center pada Minggu (8/9/2019).

Di samping perkuliahan, Hartanto juga sibuk menjadi dosen metodologi penelitian

dan sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat tahun 2017 di Universitas Sunan Giri, Surabaya.

“Semasa itu saya juga sibuk sebagai konsultan statistik, dan melakukan riset dengan tim peneliti anisakis di bawah bimbingan Prof Dr. Setiawan Koesdarto drh., M.Sc, Departemen Parasitologi, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga,” jelas laki-laki kelahiran Surabaya, 3 Juni 1992 itu.
Baca Juga:

Unair Jadi Tuan Rumah WAEJUC Research Training 2019
Politik Pemilu di Mata Milenial
RSUD Dr Soetomo Segera Dirikan Yayasan Kembar Siam
Aplikasi Kakidiabet Indonesia Buatan Dokter Unair, Solusi Tekan Tingginya Diabetes
Sebelas Mahasiswa FKG UNAIR Panen Juara dalam 13th Dentistry Scientific Meeting

Selain itu, saat menempuh perkuliahan di FKH Unair, Hartanto pernah mengikuti program sandwich

selama satu semester dengan ASEAN Scholarship di Thailand pada 2018. Tepatnya, pada program Veterinary Science and Technology, Faculty of Veterinary Science, Chulalongkorn University.

Selama mengikuti program sandwich, Hartanto bergabung dengan Fish Infectious Disease Unit. Laki-laki kelahiran Surabaya itu juga melakukan joint research dengan Chulalangkorn Univesity, Thailand, dan Santo Tomas University, Philippines.

“Pada semester berikutnya saya melanjutkan Ph.D untuk double degree pada universitas tersebut (Chulalongkorn University, red) dengan beasiswa yang sama, sehingga harus sering bolak balik Bangkok-Surabaya untuk menyelesaikan sesuatu,” ucap Hartanto.

Saat ini Hartanto sedang melakukan dua proyek penelitian. Yaitu di Indonesia mengenai parasit pada ikan laut dengan tim peneliti Anisakis di bawah bimbingan Prof. Dr Setiawan Koesdarto, drh., M.Sc, Departemen Parasitologi FKH Unair dan di Thailand mengenai co-infection antara mikroba dan parasit pada ikan laut dengan Fish Infectious Disease Reseach Unit di bawah bimbingan Asst Prof. Dr Channarong Rodkhum, Faculty of Veterinary Science, Chulalongkorn University.

 

Baca Juga :