Urutan dan Skedul Proses Produksi

Urutan dan Skedul Proses Produksi

Ahyari (1986: 84-86) mengatakan bahwa, di dalam pelaksanaan proses produksi di dalam suatu perusahaan, pada umumnya setelah terdapat kepastian tentang apa yang akan diproduksikan (order produksi), maka manajemen perusahaan yang bersangkutan (khususnya bagian pengendalian proses) akan menyusun alokasi dari pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh perusahaan yang bersangkutan tersebut. Kepastian tentang apa yang akan diproduksikan oleh perusahaan tersebut dapat berasal dari beberapa macam sumber, misalnya order dari langganan untuk perusahaan yang berproduksi untuk pesanan, kepastian perencanaan produksi untuk perusahaan yang berproduksi untuk pasar, dan lain sebagainya.

Penentuan prioritas pekerjaan yang akan dilaksanakan sangat penting dalam hubungannya dengan pelaksanaan kerja yang akan dilaksanakan dalam perusahaan. Langkah berikutnya yang dapat dilaksanakan setelah prioritas pekerjaan tersebut diperoleh kepastiannya adalah memulai pelaksanaan kerja yang telah ditentukan tersebut. Pekerjaan-pekerjaan yang akan dilaksanakan tersebut nantinya benar-benar segera dimulai apabila telah ada perintah untuk memulai pekerjaan tersebut. Perintah kerja ini akan dikeluarkan oleh orang yang berwenang di dalam perusahaan yang bersangkutan.

Dalam hal ini apabila dirasakan pelaksanaan kerja tersebut kurang sesuai dengan rencana, ataupun kurang sesuai dengan fasilitas yang ada di dalam perusahaan yang bersangkutan, maka perlu diadakan perbaikan-perbaikan di dalam alokasi pekerjaan dalam perusahaan yang bersangkutan. Pelaksanaan kerja dalam perusahaan yang bersangkutan tersebut kadang-kadang agak menyimpang dari rencana yang telah disusun dalam perusahaan. Dalam keadaan seperti ini maka manajemen perusahaan yang bersangkutan perlu untuk mengadakan penyesuaian pelaksanaan order tersebut. Pelaksanaan order yang terlambat perlu diadakan percepatan seperlunya, sehingga akan dapat mengejar keterlambatan yang ada, atau setidak-tidaknya dapat mengurangi keterlambatan yang ada tersebut. Sampai dengan tahap inipun apabila manajemen perusahaan melihat perlunya revisi dari alokasi pekerjaan yang ada tersebut, maka revisi ini akan dapat dilaksanakan oleh manajemen perusahaan yang bersangkutan tersebut. Revisi tersebut akan dilaksanakan dengan tujuan perbaikan pelaksanaan kerja yang ada di dalam perusahaan tersebut, sehingga untuk pelaksanaan kerja pada waktu-waktu berikutnya akan dapat dilaksanakan dengan lebih baik.

Secara schematis penyelesaian pekerjaan yang ada dalam perusahaan tersebut akan dapat terlihat sebagai berikut:

sumber :
https://www.urusizin.co.id/battlefield-combat-black-ops-apk/