White Paper Broadband Wireless Access (BWA)

White Paper Broadband Wireless Access (BWA)

White Paper Broadband Wireless Access (BWA)

White Paper Broadband Wireless Access (BWA)
White Paper Broadband Wireless Access (BWA)
Tujuan dari kebijakan pemerintah dalam penataan spektrum frekuensi radio layanan akses pita lebar berbasis nirkabel ini antara lain adalah:
  • Menata penggunaan spektrum frekuensi radio menjadi lebih efisien dan optimal.
  • Menambah alternatif dalam upaya mengejar ketertinggalan teledensitas ICT dan penyebaran layanan secara merata ke seluruh wilayah Indonesia dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.
  • Mendorong ketersediaan tarif akses internet yang terjangkau (murah) di Indonesia
  • Mendorong tumbuhnya peluang usaha bagi masyarakat dan potensi lapangan kerja diberbagai unit usaha (multiple effect).
  • Membuka peluang bangkitnya industri manufaktur, aplikasi dan konten dalam negeri.
  • Menciptakan kompetisi pelayanan telekomunikasi yang dapat mendorong penyelenggaraan telekomunikasi secara lebih efisien.

Dokumen berikut ini merupakan draft kebijakan pemerintah dalam penataan spektrum frekuensi radio layanan akses pita lebar berbasis nirkabel (Broadband Wireless Access / BWA) yang merupakan penyempurnaan white paper BWA bulan November 2006 lalu. Dalam prosesnya, penyusunan dokumen ini telah melalui tahapan konsultasi kepada publik, yang diawali dengan penyebaran kuesioner melalui http://www.postel.go.id dan workshop yang diadakan di Ditjen Postel di Jakarta pada tanggal 25 Mei 2006, 14 Nopember 2006 dan terakhir 29 April 2007.

Selain melalui konsultasi publik, dokumen ini disusun berdasarkan masukan-masukan dari penyelenggara broadband eksisting dan stakeholder telekomunikasi, dan referensi-referensi dari beberapa forum internasional seperti hasil sidang WRC-2007, APT (Asia Pacific TelecommunityWireless Forum, ITU Study Group, dan sebagainya.

Kebijakan disusun sebagai upaya menyikapi permasalahan mendasar yang mengakibatkan tertundanya penetrasi akses internet broadband di Indonesia, yaitu : terbatasnya infrastruktur telekomunikasi, demand dari pengguna broadband, ketergantungan content broadband dari luar negeri, serta ketersediaan perangkat komputer murah.

Dipandang dari sisi penyelenggara broadband eksisting, saat ini penggunaan spektrum frekuensi BWA telah dialokasikan ke sejumlah penyelenggara telekomunikasi seperti ISP (Internet Service Provider), NAP (Network Access Point), penyelenggara jaringan tetap lokal berbasis packet switched dan penyelenggara jasa multimedia. Beberapa permasalahan yang timbul yaitu : pemanfaatan frekuensi yang belum optimal, belum menggunakan standar terbuka, tidak optimalnya teknik mitigasi interferensi pada penggunaan bersama/sharing, ketersediaan frekuensi dan penerapan tarif BHP frekuensi radio untuk layanan broadband.

Sumber : https://belinda-carlisle.com/kingdom-rises-apk/